Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Bahaya Tersembunyi di Balik Pisang dan Cokelat Pasca Tragedi Tambang Brasil

Thalatie K Yani
18/2/2026 12:29
Bahaya Tersembunyi di Balik Pisang dan Cokelat Pasca Tragedi Tambang Brasil
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengkhawatirkan pasca tragedi runtuhnya bendungan limbah tambang Fundão di Brasil tahun 2015. Para ilmuwan menemukan logam berat beracun dari limbah tambang telah berpindah dari tanah ke dalam tanaman pangan yang dikonsumsi masyarakat, seperti pisang, singkong, dan kakao.

Tim peneliti lintas negara dari Universitas São Paulo (USP), Universitas Federal Espírito Santo (UFES), dan Universitas Santiago de Compostela Spanyol, melakukan investigasi mendalam di wilayah muara Sungai Doce. Hasilnya menunjukkan adanya kandungan unsur berbahaya seperti timbal dan kadmium pada jaringan tanaman yang seharusnya aman dikonsumsi.

Risiko Tinggi bagi Anak-Anak

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Geochemistry and Health ini menyoroti risiko kesehatan yang signifikan, terutama bagi anak-anak di bawah usia enam tahun. Konsumsi pisang yang ditanam di tanah terkontaminasi tersebut ditemukan melampaui ambang batas aman dan berpotensi mengganggu kesehatan mereka.

"Kelompok kami telah mempelajari dampak runtuhnya bendungan selama bertahun-tahun. Kami mengambil sampel pertama tujuh hari setelah kecelakaan dan segera memahami adanya risiko kontaminasi pada tanaman, tanah, air, dan ikan. Namun pertanyaannya tetap, Apakah kontaminasi ini menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia?" ujar Tiago Osório, profesor Ilmu Tanah di ESALQ-USP.

Bagaimana Logam Berat Masuk ke Piring Kita?

Penelitian yang merupakan bagian dari disertasi doktor Amanda Duim ini menjelaskan mekanisme perpindahan unsur toksik potensial (PTE) dari limbah tambang ke meja makan. Logam berat yang terikat pada oksida besi, komponen utama limbah tambang, larut ke dalam air tanah dan kemudian diserap akar tanaman.

Hasil analisis laboratorium menunjukkan:

  • Pisang dan Singkong: Logam berat sebagian besar terkumpul di bagian akar dan umbi.
  • Kakao: Berbeda dengan yang lain, kakao menyimpan tingkat logam berat yang tinggi pada batang, daun, hingga daging buahnya.
  • Pelanggaran Standar: Konsentrasi tembaga dan timbal dalam daging buah kakao ditemukan melebihi batas yang ditetapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Penurunan IQ hingga Kanker

Meskipun risiko bagi orang dewasa saat ini berada pada kategori rendah, paparan jangka panjang tetap menjadi ancaman serius. Tamires Cherubin, salah satu penulis studi, memperingatkan adanya risiko karsinogenik atau pemicu kanker akibat kerusakan DNA secara langsung maupun tidak langsung dalam jangka waktu 75 tahun (rata-rata angka harapan hidup di Brasil).

Khusus untuk timbal, paparan tingkat rendah sekalipun dalam waktu lama dapat memengaruhi perkembangan otak anak secara permanen, menurunkan tingkat IQ, serta memicu masalah perilaku dan perhatian.

"Unsur-unsur ini ada secara alami di lingkungan dalam konsentrasi rendah. Namun, dalam kasus bencana seperti di Mariana, di mana paparan diperkirakan meningkat, kita perlu ekstra waspada," tegas Cherubin. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya