Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Studi Terbaru: 1 dari 20 Anak Berisiko Alami Alergi Makanan pada Usia 6 Tahun

Haufan Hasyim Salengke
16/2/2026 07:33
Studi Terbaru: 1 dari 20 Anak Berisiko Alami Alergi Makanan pada Usia 6 Tahun
ilustrasi.(ABC News)

SEBUAH studi global terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Pediatrics mengungkapkan temuan mengkhawatirkan mengenai kesehatan anak. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 1 dari 20 anak berpotensi mengembangkan alergi makanan pada saat mereka mencapai usia enam tahun.

Melansir ABC News, Rabu (11/2), analisis besar ini merangkum data dari 190 studi yang melibatkan lebih dari 2,7 juta anak di 40 negara. Para peneliti berhasil mengidentifikasi berbagai faktor risiko, baik mayor maupun minor, yang memicu munculnya alergi pada anak-anak.

Faktor Risiko Mayor dan Minor

Penelitian tersebut menyoroti bahwa alergi makanan tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh kombinasi kompleks. Beberapa faktor risiko utama yang diidentifikasi meliputi:

Sementara itu, faktor risiko minor mencakup jenis kelamin laki-laki, kelahiran melalui operasi caesar, status sebagai anak sulung, hingga perbedaan genetik tertentu yang terkait dengan pelindung kulit (skin-barrier).

Bukan Sekadar Faktor Genetik

Koresponden medis utama ABC News, Dr. Tara Narula, menekankan bahwa alergi makanan bersifat multifaktorial. "Ini bukan hanya masalah genetik. Ini adalah perpaduan antara genetika, lingkungan, mikrobioma, dan kemungkinan kesehatan kulit," jelasnya.

Data dari StatPearls (National Library of Medicine) menunjukkan bahwa jenis makanan yang paling sering memicu alergi pada bayi dan anak-anak adalah susu, telur, kacang tanah, dan makanan laut (shellfish).

Pentingnya Pengenalan Makanan Dini

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh para ahli dalam diskusi ini adalah pentingnya pencegahan. Strategi yang sangat dianjurkan adalah pengenalan dini makanan penyebab alergi (allergenic foods).

"Memperkenalkan makanan tersebut saat anak mulai mengonsumsi makanan padat, yakni sekitar usia 4 hingga 6 bulan, menjadi sangat penting untuk mencegah perkembangan alergi di masa depan," tambah Dr. Narula.

Meski demikian, peneliti memberikan catatan bahwa studi ini menunjukkan asosiasi faktor risiko dan bukan hubungan sebab-akibat langsung. Selain itu, karena mayoritas data berasal dari negara berpenghasilan tinggi, generalisasi hasil studi ini mungkin memiliki keterbatasan untuk wilayah lain. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik