Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyatakan terdapat kekeliruan pada pemberitaan sebelumnya mengenai periode penyaluran dana.
Setelah dilakukan verifikasi internal, BGN memastikan bahwa alokasi anggaran sebesar sekitar Rp500 juta diberikan setiap dua belas hari untuk masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan per hari seperti yang sempat diberitakan.
“Dalam rangka transparansi dan akurasi informasi publik, kami sampaikan bahwa setiap SPPG menerima alokasi sekitar Rp500 juta per dua belas hari,” ujar Khairul di Jakarta, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan mekanisme penyaluran dana dilakukan secara langsung ke SPPG tanpa melalui pemerintah daerah. Skema ini dinilai mendukung pemerataan manfaat program sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Menurut BGN, penggunaan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan MBG turut menciptakan kepastian pasar bagi produk pertanian. Dampaknya, sektor produksi mendapat dorongan positif, termasuk tercermin dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang rata-rata mencapai 125.
BGN menegaskan klarifikasi ini disampaikan untuk memastikan publik memperoleh informasi yang tepat mengenai implementasi program.
“Kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Khairul. (E-3)
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional 47 SPPG hingga hari ke-9 Ramadan 2026. Temuan: roti berjamur hingga telur busuk di menu Makan Bergizi Gratis.
Badan Gizi Nasional (BGN) tegaskan informasi pembukaan PPPK Tahap 3 adalah hoaks. Simak klarifikasi resmi dan cara cek pendaftaran asli di sini.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
MBG juga menjadi motor ekonomi kerakyatan melalui kepastian pasar bagi UMKM dan dapur mitra, penyerapan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Sangat penting bagi SPPG untuk melakukan pengelolaan limbah dan penegakan standar operasional prosedur
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Persis sangat serius dalam membangun dapur SPPG dengan mengedepankan kualitas dan profesionalisme.
BGN menegaskan anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG sebesar Rp10.000 bukan Rp15.000 per porsi, ujar Nanik S Deyang
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved