Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

MBG Libur selama Idul Fitri, Anggaran Rp5 Triliun Berhasil Dihemat

 Gana Buana
17/3/2026 20:38
MBG Libur selama Idul Fitri, Anggaran Rp5 Triliun Berhasil Dihemat
BGN liburkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Idul Fitri 2026.(Antara)

BADAN Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi penghentian sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Idul Fitri 2026. Langkah ini diklaim mampu memberikan penghematan anggaran negara hingga mencapai Rp5 triliun.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa operasional MBG untuk kategori anak sekolah telah berakhir pada 13 Maret 2026. Sementara itu, bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, distribusi terakhir dilakukan pada hari ini, Selasa (17/3).

Efisiensi Anggaran dan Jadwal Operasional

Dadan menyebut jeda distribusi ini merupakan bagian dari penyesuaian kalender nasional. Program unggulan pemerintah ini dijadwalkan kembali beroperasi normal pada akhir bulan ini.

"Setelah itu, kita akan merayakan Idul Fitri, dan Program MBG akan kembali operasional tanggal 31 Maret 2026. Dengan kebijakan ini, ada penghematan anggaran kurang lebih sekitar Rp5 triliun," ujar Dadan dilansir dari Antara Selasa (17/3).

Untuk memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terjaga di awal masa libur, BGN telah melakukan distribusi lebih awal (front-loading). Pada Selasa (17/3), penerima mendapatkan satu paket makanan sehat reguler ditambah tiga paket bundling sebagai alokasi untuk periode 18-20 Maret 2026.

Perketat Pengawasan, BGN Gandeng Kejagung

Mengingat besarnya nilai anggaran yang dikelola, BGN secara resmi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah preventif ini diambil untuk menutup celah korupsi dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah.

Dadan menegaskan, pihaknya telah meminta penempatan personel dari Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) untuk mengisi posisi strategis di internal BGN pusat.

"Saya meminta ada komponen dari Kejagung yang kami tugaskan untuk memperkuat BGN di pusat, pejabatnya eselon dua. Tujuannya agar pengelola SPPG bekerja optimal, waspada, dan transparan dalam menggunakan anggaran negara," tegasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat memastikan setiap Rupiah dari anggaran Mata Uang Rupiah yang dikucurkan benar-benar sampai ke piring masyarakat yang membutuhkan tanpa ada kebocoran birokrasi. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya