Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA kembali menghadapi alarm keras kesehatan anak. Data terbaru hingga pekan ketujuh tahun 2026 menunjukkan tren peningkatan kasus campak yang mengkhawatirkan, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat nyawa anak telah melayang.
Kondisi ini diperparah dengan temuan 21 Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak yang melanda 17 kabupaten/kota di 11 provinsi. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa penyakit ini bukan sekadar demam dan ruam biasa, melainkan ancaman komplikasi permanen.
Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, Venty, menegaskan bahwa meremehkan campak adalah kesalahan fatal. Menurutnya, virus yang menular lewat droplet ini mampu memicu serangan sistemik pada tubuh anak yang daya tahannya rendah atau belum mendapatkan imunisasi.
"Campak sering dianggap sebagai penyakit biasa, padahal dalam beberapa kondisi penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius bahkan berisiko menyebabkan kematian, terutama pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi," ujar Venty ilansir dari Antara, Rabu (18/3).
Ia merinci, komplikasi yang harus diwaspadai meliputi pneumonia (infeksi paru), diare kronis yang memicu dehidrasi berat, hingga ensefalitis atau peradangan otak yang berisiko fatal bagi keselamatan nyawa anak.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso, menambahkan bahwa deteksi dini dan imunisasi menjadi langkah krusial. Pihaknya terus memperkuat layanan kesehatan anak yang komprehensif untuk membantu diagnosis cepat dan penanganan infeksi secara tepat.
Catatan Kemenkes RI:
Hingga saat ini, belum ada obat antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan medis masih bersifat suportif seperti pemberian vitamin A dosis tinggi, istirahat total, dan pemenuhan nutrisi cairan.
Oleh karena itu, vaksinasi sesuai jadwal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mulai usia 9 bulan hingga usia sekolah dasar tetap menjadi satu-satunya tameng perlindungan paling efektif untuk memutus rantai penularan.
Orang tua diimbau waspada jika anak mengalami gejala awal menyerupai flu, seperti:
Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah kondisi memburuk dan menghindari risiko komplikasi berat. (Ant/Z-10)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak. Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, serta parotitis atau yang lebih dikenal dengan gondongan.
UPTD Puskesmas Semboro bersama TNI, Polri, dan Kades gencarkan imunisasi ORI Campak di 4 desa untuk tekan risiko KLB di Jember tahun 2026.
Meski banyak kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru, diare, dehidrasi dan radang otak.
Analisis data kewaspadaan masyarakat terhadap campak selama mudik 2026. Mengapa euforia mudik berisiko picu KLB campak nasional? Simak di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved