Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kasus Campak 2026 Terus Melejit, 21 Wilayah di Indonesia Masuk Status KLB

 Gana Buana
18/3/2026 20:09
Kasus Campak 2026 Terus Melejit, 21 Wilayah di Indonesia Masuk Status KLB
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi.(Freepik)

INDONESIA kembali menghadapi alarm keras kesehatan anak. Data terbaru hingga pekan ketujuh tahun 2026 menunjukkan tren peningkatan kasus campak yang mengkhawatirkan, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan empat nyawa anak telah melayang.

Kondisi ini diperparah dengan temuan 21 Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak yang melanda 17 kabupaten/kota di 11 provinsi. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa penyakit ini bukan sekadar demam dan ruam biasa, melainkan ancaman komplikasi permanen.

Komplikasi Fatal: Dari Paru-paru Hingga Saraf Otak

Dokter Spesialis Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, Venty, menegaskan bahwa meremehkan campak adalah kesalahan fatal. Menurutnya, virus yang menular lewat droplet ini mampu memicu serangan sistemik pada tubuh anak yang daya tahannya rendah atau belum mendapatkan imunisasi.

"Campak sering dianggap sebagai penyakit biasa, padahal dalam beberapa kondisi penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius bahkan berisiko menyebabkan kematian, terutama pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi," ujar Venty ilansir dari Antara, Rabu (18/3).

Ia merinci, komplikasi yang harus diwaspadai meliputi pneumonia (infeksi paru), diare kronis yang memicu dehidrasi berat, hingga ensefalitis atau peradangan otak yang berisiko fatal bagi keselamatan nyawa anak.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso, menambahkan bahwa deteksi dini dan imunisasi menjadi langkah krusial. Pihaknya terus memperkuat layanan kesehatan anak yang komprehensif untuk membantu diagnosis cepat dan penanganan infeksi secara tepat.

Catatan Kemenkes RI:

  • Tahun 2025: 63.769 kasus suspek, 11.094 terkonfirmasi, 69 kematian.
  • Awal 2026 (Minggu ke-7): 8.224 kasus suspek, 572 terkonfirmasi, 4 kematian.
  • Status: 21 KLB di 11 Provinsi.

Pencegahan dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Hingga saat ini, belum ada obat antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan medis masih bersifat suportif seperti pemberian vitamin A dosis tinggi, istirahat total, dan pemenuhan nutrisi cairan.

Oleh karena itu, vaksinasi sesuai jadwal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mulai usia 9 bulan hingga usia sekolah dasar tetap menjadi satu-satunya tameng perlindungan paling efektif untuk memutus rantai penularan.

Orang tua diimbau waspada jika anak mengalami gejala awal menyerupai flu, seperti:

  • Demam tinggi disertai batuk dan pilek.
  • Mata merah dan berair.
  • Munculnya bercak koplik (bintik putih) di dalam mulut.
  • Ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah kondisi memburuk dan menghindari risiko komplikasi berat. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik