Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada Wabah Campak, IDAI Soroti Dampak Buruk Rumor Vaksin di Media Sosial

Basuki Eka Purnama
18/3/2026 16:16
Waspada Wabah Campak, IDAI Soroti Dampak Buruk Rumor Vaksin di Media Sosial
Ilustrasi--Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada anak saat imunisasi campak massal gratis di kawasan Wanasari, Denpasar, Bali, Rabu (8/10/2025).(ANTARA/Fikri Yusuf)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap masifnya rumor negatif mengenai imunisasi yang beredar di media sosial. Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menyebutkan bahwa narasi-narasi menyesatkan tersebut menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.

Menurut Piprim, fenomena ini tidak lepas dari pengaruh pascapandemi dan derasnya arus informasi di berbagai platform digital.

“Selain pengaruh pandemi, tapi hembusan kegalauan yang dihembus-hembuskan terus, apalagi sekarang media sosial kan banyak ya ada macem-macem, IG, ada threads, ada twitter, TikTok Itu semuanya bersama-sama menggalaukan masyarakat,” ujar Piprim.

Rendahnya Cakupan Vaksinasi Picu KLB

Dampak dari keraguan masyarakat ini mulai terlihat nyata dengan munculnya kembali wabah campak di berbagai wilayah Indonesia, bahkan hingga menyebabkan kasus kematian pada anak. 

Piprim menjelaskan bahwa penurunan cakupan vaksinasi menghalangi terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

Padahal, sebelumnya kasus campak di Indonesia sempat mereda berkat cakupan imunisasi yang memadai. Namun, ketika cakupan tersebut menurun akibat rasa takut yang dipicu rumor media sosial, wabah kembali merebak dengan cepat.

“Karena campak itu paling menular, begitu cakupan imunisasinya terganggu, turun 20% saja, itu KLB-nya sudah heboh. Apalagi ada kantong-kantong yang memang sama sekali nggak mau vaksinasi. Dan itu sumber dari berkembangbiaknya virus di situ. Kemudian menyebar ke mana-mana,” tegasnya.

Prioritaskan Proteksi Menjelang Lebaran

Menanggapi situasi ini, Piprim mengimbau masyarakat untuk mengubah sudut pandang mereka. Ia berharap orangtua lebih memprioritaskan ketakutan pada dampak nyata penyakit campak daripada efek samping vaksin yang sering dilebih-lebihkan. 

Campak bukan sekadar ruam biasa; penyakit ini dapat memicu komplikasi serius yang membahayakan nyawa anak.

Apalagi menjelang momen libur Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat tajam. Piprim mengingatkan orangtua untuk lebih waspada menjaga anak-anak dari kerumunan serta membatasi kontak fisik dengan orang asing, seperti disentuh atau dicium, guna menghindari penularan di tengah status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Sebagai langkah perlindungan preventif, IDAI menyarankan agar bayi dan balita segera mendapatkan vaksinasi lengkap sebelum masa mudik dan libur Lebaran tiba. 

Melengkapi status imunisasi adalah cara paling efektif untuk melindungi buah hati saat bertemu dengan banyak orang di kampung halaman. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik