Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
INFORMASI keliru mengenai keamanan vaksin campak beredar di media sosial. Dalam salah satu unggahan di Facebook yang dikutip dari AFP Fact Check pada Kamis (26/3), menyebut "Campak hanya infeksi umum yang bisa diatasi secara efektif oleh sistem kekebalan tubuh manusia." Unggahan tersebut juga mengklaim vaksin tidak aman dan antibodi alami setelah sembuh dari campak disebut 5-10 kali lebih baik dibandingkan vaksin.
Bahkan, narasi tersebut menyertakan pernyataan provokatif seperti, hentikan pembunuhan warga dengan obat yang salah dan vaksin yang tidak aman.
Namun, para ahli menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar. World Health Organization (WHO) menyatakan campak bukan sekadar infeksi ringan, melainkan penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak.
Spesialis penyakit menular anak dari Johns Hopkins University, Aaron Milstone, menjelaskan bahwa risiko campak tidak bisa dianggap remeh.
"Satu dari 1.000 anak terkena campak akan meninggal. Lainnya menderita penyakit neurologi progresif," ujarnya.
Milstone juga menegaskan bahwa vaksin justru aman dan berfungsi merangsang sistem imun untuk memberikan perlindungan jangka panjang.
"Beberapa anak mengalami demam setelah vaksin, namun demam itu merupakan respon tubuh pada vaksin dan tidak punya risiko yang sama seperti virus," tambahnya.
Senada dengan itu, dokter spesialis anak dari National University of Singapore, Lee Bee Wah membantah berbagai metode alternatif yang beredar. Ia menilai klaim seperti irigasi hidung, berkumur air garam, atau konsumsi buah tertentu sebagai cara penyembuhan campak tidak berdasar.
"Cara terbaik menghindari infeksi campak adalah dengan melindungi diri. Vaksinasi menghasilkan kekebalan mencegah virus tersebut," kata Lee.
Hingga saat ini, belum ada terapi khusus untuk menyembuhkan campak secara langsung. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan sekaligus menekan risiko komplikasi serius akibat penyakit tersebut. (H-4)
Mengapa banyak orang tua menolak vaksin campak pada anak anak? Simak analisis mendalam mengenai misinformasi, faktor agama, hingga psikologi di balik keraguan vaksin.
Update terbaru vaksin campak 2026: Jadwal IDAI, jenis MR/MMR, efektivitas, hingga sejarah penemuannya. Lindungi buah hati dari risiko komplikasi berat.
Suspek campak 2026 di Indonesia mencapai 8.244 kasus dengan 21 KLB di 11 provinsi. Peningkatan cakupan vaksinasi dan pencegahan penularan menjadi sangat penting.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksinĀ campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved