Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

5 Gejala Campak pada Anak: Kenali Tahapan Awal hingga Ruam Khas

Cornelius Juan Prawira
18/12/2025 14:23
5 Gejala Campak pada Anak: Kenali Tahapan Awal hingga Ruam Khas
Gejala Campak pada Anak.(Dok. Biofarma)

CAMPAK adalah penyakit menular pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus. Penyakit ini mudah menyebar melalui droplet atau percikan liur dari mulut dan hidung penderita campak saat batuk, bersin, atau berbicara.

Mengetahui gejala campak pada anak sejak tahap awal sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat serta untuk menekan risiko penularan ke lingkungan sekitar.

1. Demam Tinggi dan Gejala Mirip Flu

Pada tahap awal, campak biasanya diawali dengan demam tinggi yang muncul secara bertahap. Anak juga dapat mengalami batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, serta mata merah dan berair.

Gejala ini sering disalahartikan sebagai flu biasa. Namun, pada campak, kondisi anak umumnya semakin memburuk dalam beberapa hari, bukan membaik.

2. Munculnya Bercak Putih di Dalam Mulut (Koplik Spots)

Salah satu ciri khas campak pada anak adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut, terutama di bagian dalam pipi. Bercak ini dikenal sebagai Koplik spots dan biasanya muncul sebelum ruam di kulit.

Keberadaan Koplik spots menjadi petunjuk penting bagi dokter dalam menegakkan diagnosis campak.

3. Tahap Ruam Khas Campak

Beberapa hari setelah demam, ruam kemerahan khas campak mulai muncul. Ruam biasanya berawal dari wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga kaki.

Ruam dapat menyatu dan terasa kasar saat disentuh. Pada fase ini, anak masih sangat menular, sehingga perlu pembatasan kontak dengan orang lain.

4. Diagnosis Campak dan Penanganannya

Dokter mendiagnosis campak berdasarkan gejala klinis, pola ruam, riwayat vaksinasi, serta kemungkinan paparan virus. Pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau usap hidung dan tenggorokan dapat dilakukan untuk memastikan infeksi virus campak.

Hingga kini, belum ada obat antivirus khusus untuk campak. Penanganan difokuskan pada meredakan gejala, mencegah komplikasi, serta menjaga kondisi tubuh anak tetap stabil.

5. Perawatan dan Pencegahan Komplikasi Campak

Anak yang menderita campak dianjurkan untuk cukup istirahat, minum cairan yang cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Obat penurun demam dapat diberikan sesuai anjuran dokter, namun aspirin tidak boleh diberikan pada anak.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan vitamin A untuk menurunkan risiko komplikasi berat. Vaksin campak tetap menjadi cara paling efektif dan aman untuk mencegah penyakit ini.

Mengenali tahapan gejala campak pada anak sejak dini sangat penting agar orang tua dapat segera mencari bantuan medis dan mencegah penyebaran yang lebih luas. Jika anak mengalami demam tinggi disertai ruam dan bercak putih di mulut, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. (Mayo Clinic/Cleveland Clinic/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik