Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dominicus Husada, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kelelawar karena hewan tersebut merupakan inang alami virus Nipah (NiV), penyakit yang saat ini kembali muncul di India dan Bangladesh.
Menurut Dominicus, kelelawar telah terbukti dalam banyak penelitian ilmiah berperan besar dalam penularan berbagai penyakit menular, termasuk memengaruhi mutasi virus.
“Kita tidak bisa anggap remeh hewan ini, karena sudah terbukti dalam banyak data ilmiah kelelawar sangat berperan pada penularan penyakit, bahkan mempengaruhi mutasinya,” kata Dominicus dalam konferensi pers daring, Kamis (29/1).
Ia menegaskan, kelelawar yang hidup di Indonesia pun berpotensi membawa sejumlah virus berbahaya, termasuk Nipah. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan meskipun jumlah kasus masih tergolong sedikit.
“Saya kira kita perlu lebih waspada. Penyakit Nipah jangan juga dianggap remeh sekalipun kasusnya masih sedikit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang bekas digigit kelelawar, karena dapat menjadi jalur penularan virus.
“Kalau kelelawarnya mengandung virus Nipah maka bisa menularkan, terutama ke anak-anak,” kata Piprim.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orangtua, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam melaporkan kejadian tidak biasa, seperti kematian hewan liar maupun ternak.
Piprim meminta masyarakat tetap waspada tanpa terjebak kepanikan massal.
“Kewaspadaan tetap diperlukan supaya hal-hal buruk tidak terjadi pada anak-anak kita. Penyakit Nipah ini sebagian besar menjangkiti orang dewasa produktif, tapi bukan berarti anak tidak bisa terkena,” pungkasnya. (Z-10)
VIRUS Nipah merupakan penyakit zoonotik dari kelelawar sebagai inang alaminya.
Secara umum PHBS berlaku universal membersihkan semua sesuatu yang menempel yang bukan dari anggota tubuh.
DINAS Kesehatan Provinsi Bali saat ini melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap merebaknya virus Nipah, seperti yang dialami beberapa negara lainnya di dunia.
Salah satunya, Kementerian Tenaga Kerja Singapura akan meningkatkan surveilans pada pekerja migran yang baru datang dari Asia Selatan.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, India timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved