Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jangan Sepelekan Kelelawar, Virus Nipah Bisa Menular lewat Buah Gigitan

M Iqbal Al Machmudi
29/1/2026 17:28
Jangan Sepelekan Kelelawar, Virus Nipah Bisa Menular lewat Buah Gigitan
Virus Nipah Bisa Menular lewat Buah Gigitan(Freepik)

GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dominicus Husada, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kelelawar karena hewan tersebut merupakan inang alami virus Nipah (NiV), penyakit yang saat ini kembali muncul di India dan Bangladesh.

Menurut Dominicus, kelelawar telah terbukti dalam banyak penelitian ilmiah berperan besar dalam penularan berbagai penyakit menular, termasuk memengaruhi mutasi virus.

“Kita tidak bisa anggap remeh hewan ini, karena sudah terbukti dalam banyak data ilmiah kelelawar sangat berperan pada penularan penyakit, bahkan mempengaruhi mutasinya,” kata Dominicus dalam konferensi pers daring, Kamis (29/1).

Ia menegaskan, kelelawar yang hidup di Indonesia pun berpotensi membawa sejumlah virus berbahaya, termasuk Nipah. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan meskipun jumlah kasus masih tergolong sedikit.

“Saya kira kita perlu lebih waspada. Penyakit Nipah jangan juga dianggap remeh sekalipun kasusnya masih sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang bekas digigit kelelawar, karena dapat menjadi jalur penularan virus.

“Kalau kelelawarnya mengandung virus Nipah maka bisa menularkan, terutama ke anak-anak,” kata Piprim.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orangtua, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam melaporkan kejadian tidak biasa, seperti kematian hewan liar maupun ternak.

Piprim meminta masyarakat tetap waspada tanpa terjebak kepanikan massal.

“Kewaspadaan tetap diperlukan supaya hal-hal buruk tidak terjadi pada anak-anak kita. Penyakit Nipah ini sebagian besar menjangkiti orang dewasa produktif, tapi bukan berarti anak tidak bisa terkena,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya