Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KITA tahu bahwa surveilans merupakan tulang punggung penting pengendalian penyakit menular. Secara lengkap dapat disebutkan bahwa surveilans ialah pengamatan sistematis dan terus-menerus terhadap data penyakit atau masalah kesehatan untuk mendeteksi perubahan, memicu respons cepat, dan mengarahkan tindakan pengendalian yang melibatkan pengumpulan, pengolahan, analisis, serta penyebaran data secara berkelanjutan untuk pencegahan wabah dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Masalah penyakit terbesar yang pernah kita sama alami ialah covid-19 yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrom corona virus-2, atau SARS-CoV2. Jadi, penyebabnya ialah virus. Hari-hari sekarang ini juga banyak dibahas tentang superflu yang jadi penyebab utama penaikan kasus influenza di banyak negara, yang penyebabnya ialah virus influenza A H3N2, sub-clade K. Juga perlu diketahui bahwa pandemi sebelum covid-19 terjadi pada 2009 yang disebabkan oleh virus influenza A H1N1 pdm 09. Ketiga contoh itu menunjukkan bagaimana pentingnya dunia--dan negara kita--melakukan surveilans pada perkembangan virus penyebab infeksi di paru dan saluran napas. Untuk itu, akan baik kalau kita belajar dari negara lain tentang bagaimana mereka melakukannya untuk dapat kita lakukan juga di negara kita.
Pada 8 Januari 2026, otoritas kesehatan Inggris UKHSA-RVU (United Kingdom Health Security Agency-Respiratory Virus Unit) mengeluarkan laporan terbaru surveilans berbagai penyakit yang berhubungan dengan infeksi virus yang menyerang paru dan pernapasan negara itu. Setidaknya ada tiga hal yang mereka lakukan yang akan baik kalau kita lakukan juga di negara kita. Pertama, yang dilaporkan ternyata ada tujuh jenis virus penyebab penyakit paru dan pernapasan, yaitu influenza, covid-19, respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, human metapneumovirus (HMpv), parainfluenza, dan rhinovirus. Jadi amat lengkap sehingga bisa didapat gambaran menyeluruh tentang infeksi virus pernapasan apa yang menyerang warga Inggris dari minggu ke minggu sepanjang tahun. Jelas itu informasi yang amat penting untuk pengendalian penyakit suatu negara dan amat baik kalau dapat dilakukan juga di negara kita.
Kedua, untuk influenza dan covid-19 (dan sebagian RSV), data yang dianalisis bukan hanya jumlah kasus, melainkan juga meliputi lima aspek penting, yaitu surveilans laboratorium, jumlah konsultasi pasien dengan gejala influenza (influenza like-illnes) yang berobat di dokter umum, angka positivitas swab di praktik dokter, angka masuk rumah sakit, serta angka masuk ruang intensive care unit (ICU) dan high-dependency unit (HDU). Kembali ini menunjukkan surveilans yang amat lengkap dan menyeluruh, sesuatu yang patut kita lakukan juga di Tanah Air.
Ketiga, di Inggris memang ada badan khusus yang menangani virus infeksi pernapasan, yaitu United Kingdom Health Security Agency-Respiratory Virus Unit - UKHSA- RVU. Mengingat infeksi saluran napas merupakan masalah kesehatan penting, akan baik kalau juga ada unit khusus yang menangani virus penyebab penyakit saluran napas di negara kita pula. Karena kini sedang banyak dibahas tentang influenza, data Inggris pada awal 2026 menunjukkan bahwa angka positivitasnya sedikit menurun menjadi 13.9% jika dibandungkan dengan 15.4% pada minggu sebelumnya. Disebutkan juga bahwa angka positivitas paling tinggi ialah pada kelompok umur 15-24 tahun dengan angka 22.5%, juga sedikit menurun dari minggu sebelumnya yang angkanya 26.8%.
Bentuk surveilans yang lengkap tentu tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Inggris. WHO setiap minggu juga mengeluarkan Global Respiratory Virus Activity yang mencakup data Influenza, SARS-CoV-2 dan respiratory syncytial virus (RSV). Yang juga menarik, WHO menyampaikan data ko-sirkulasi influenza dan SARS-CoV-2. Data terbaru WHO ialah pada 7 Januari 2026 yang menunjukkan bahwa di belahan bumi di atas katulistiwa, positivitas influenza masih tinggi (>30%) di beberapa negara Amerika Tengah dan Karibia, Afrika Utara, Eropa, Asia Barat, Selatan, dan Timur. Peningkatan aktivitas influenza tercatat di beberapa negara di dunia, termasuk di Asia Tenggara. Disebutkan bahwa pada negara yang sekarang sedang tinggi influenzanya didominasi virus influenza A(H3N2), kecuali di daerah tropis Amerika Selatan yang didominasi oleh virus influenza A(H1N1)pdm09 penyebab pandemi 2009. WHO juga melaporkan pada awal 2026 bahwa di awal positivitas virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 masih stabil rendah walaupun ada negara yang positivitasnya lebih dri 20%. Sementara itu, aktivitas penyakit akibat respiratory syncytial virus (RSV) juga tergolong stabil rendah.
Center of Diseases Control and Prevention/CDC Amerika Serikat juga secara rutin memublikasi Respiratory Virus Activity Levels yang tidak hanya menyajikan data Influenza, covid-19 dan respiratory syncytial virus (RSV) untuk seluruh negara, tetapi juga untuk tiap-tiap negara bagian. Artinya, tentu akan bagus kalau kita setiap minggu juga mendapatkan informasi tentang data virus penyakit paru dan pernapasan itu, baik tingkat nasional maupun provinsi, agar penanganan penyakit dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Secara epidemiologik, di Amerika Serikat pada awal Januari 2026, situasi influenza masih tetap tinggi di seluruh negara. Penyakit akibat respiratory syncytial virus (RSV) meningkat di cukup banyak negara bagian dan aktivitas covid-19 disebut meningkat dari level rendah sebelumnya.
Ada empat area surveilans virus ini yang dilakukan oleh CDC Amerika Serikat, yaitu situasi penyakit pernapasan yang ada, kunjungan ke instalasi gawat darurat (IGD), karena penyakit infeksi pernapasan, tren epidemiologik dan yang khusus ialah situasi virus di limbah atau wastewater map. Temuan virus di limbah dapat digunakan sebagai pegangan untuk mendeteksi jejak penyebaran penyakit di lingkungan walaupun mungkin belum timbul gejala pada pasiennya. CDC menyatakan bahwa data di limbah itu dapat digunakan sebagai peringatan awal (early warning) tentang naik turunnya pola penyakit di masyarakat. Data CDC per 9 Januari 2026 menunjukkan data limbah mereka (wastewater activity level) adanya peningkatan untuk cobid-19 untuk flu dinyatakan moderat dan RSV sangat rendah. Tampaknya pendekatan penilaian di limbah terhadap virus penyakit infeksi paru dan pernapasan perlu diterapkan di negara kita.
Berbagai bentuk surveilans yang dilakukan di berbagai negara di atas merupakan masuk amat penting untuk dapat dipertimbangkan dan dilakukan juga di negara kita. Hanya dengan surveilans yang baik dan lengkap, program kesehatan akan dapat melindungi bangsa kita dari dampak buruk penyakit menular.
Dokter Unair mengingatkan kelelawar adalah inang alami virus Nipah. Masyarakat diminta waspada dan tidak memakan buah bekas gigitan kelelawar.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan prevalensi kusta di Indonesia sampai saat ini sebesar 0,91/10.000 di ratusan daerah.
PENELITIAN yang diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Jantung Amerika menemukan infeksi virus kronis tertentu seperti herpes zoster dan hepatitis C dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Penelitian: infeksi virus kronis, seperti herpes zoster, HIV, dan hepatitis C dapat meningkatkan risiko jantung dan stroke.
Campak bukan sekadar penyakit anak-anak biasa. Infeksi virus akut ini tergolong sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa
Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) kini semakin sering menyerang anak-anak. Penyakit akibat infeksi virus ini ditandai dengan luka di mulut serta ruam di tangan dan kaki.
Bell's palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan tiba-tiba pada otot-otot di satu sisi wajah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved