Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri. Ia menilai kebiasaan menyentuh, mencium, atau bahkan menyuapi anak secara sembarangan dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama campak, karena sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara sempurna.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, Leonirma menegaskan bahwa rasa gemas terhadap anak sebaiknya tetap disertai dengan kehati-hatian.
“Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita tidak tahu kuman apa yang menempel di tangan kita dan apakah makanan itu aman untuk anak tersebut,” ujarnya.
Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu menjelaskan bahwa anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang berbeda dengan orang dewasa sehingga lebih mudah terpapar penyakit apabila terjadi kontak dengan kuman dari luar.
Jika seseorang ingin berinteraksi dengan anak, Leonirma menyarankan agar terlebih dahulu meminta izin kepada orang tua. Hal tersebut terutama penting jika ingin memberikan makanan kepada anak, karena beberapa bahan makanan berpotensi memicu alergi atau tidak sesuai dengan kondisi kesehatan anak. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum berinteraksi dengan anak, misalnya dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik.
Penggunaan masker juga disarankan bagi orang yang sedang merasa kurang sehat agar kegiatan silaturahmi tetap berlangsung aman. Menutup pesannya, Leonirma mengingatkan bahwa bentuk kasih sayang kepada anak tidak harus melalui sentuhan fisik.
“Kasih THR-nya saja. Sayang anak tidak harus pegang, peduli tidak harus membuat anak sakit,” katanya.
Ia menambahkan, kewaspadaan tersebut penting mengingat beberapa penyakit menular seperti Measles (campak) dan super flu sedang meningkat di sejumlah wilayah. Sentuhan tanpa memperhatikan kebersihan berpotensi mempercepat penularan penyakit tersebut, terutama jika tidak disertai penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Ant/E-3)
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Measles atau campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri.
WABAH campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Orangtua diminta untuk waspada.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Measles atau campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri.
WABAH campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Orangtua diminta untuk waspada.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kemenkes ingatkan bahaya penularan campak setelah influencer Ruce Nuenda nekat olahraga di luar rumah saat sakit. Satu orang bisa tulari 18 orang!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved