Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan campak yang berpotensi meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas berkumpul selama libur panjang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan program imunisasi kejar tersebut digelar di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9-59 bulan sepanjang Maret 2026. Program ini dilakukan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign guna memperkuat perlindungan anak dari penularan campak.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan percepatan imunisasi menjadi langkah penting untuk mencegah penularan yang lebih luas, terutama menjelang momentum mudik Lebaran.
“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar dr. Andi Saguni dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kamis (12/3).
Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi serta enam kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Adapun provinsi yang melaporkan KLB campak antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Meski tren kasus mulai menurun pada Februari, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran berpotensi mempercepat penularan penyakit menular.
“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” kata Andi.
Pelaksanaan imunisasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga diperluas melalui berbagai titik layanan agar menjangkau lebih banyak anak. Pelayanan imunisasi dilakukan di puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.
Kemenkes mengajak para orang tua untuk memastikan status imunisasi anak sudah lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik.
“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” ujarnya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan. (E-3)
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KLB campak merebak di sejumlah wilayah Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya imunisasi untuk mencegah penularancam
Kemenkes mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit sangat menular. Campak juga dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian jika tidak dideteksi secara dini. Imunisasi bisa mencegahnya
Kemenkes laporkan 8.224 suspek campak hingga Maret 2026. Simak sebaran wilayah KLB dan jadwal imunisasi tambahan MR untuk anak PAUD/TK di sini.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak.
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Measles atau campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri.
WABAH campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Orangtua diminta untuk waspada.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kemenkes ingatkan bahaya penularan campak setelah influencer Ruce Nuenda nekat olahraga di luar rumah saat sakit. Satu orang bisa tulari 18 orang!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved