Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kasus Campak Melonjak 147 Persen, Waspadai Klaster Baru di 11 Provinsi

Media Indonesia
03/3/2026 16:00
Kasus Campak Melonjak 147 Persen, Waspadai Klaster Baru di 11 Provinsi
Petugas medis menyiapkan vaksin saat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Tanjungrejo 5, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (24/9/2025).(ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO)

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan lonjakan signifikan kasus campak di awal tahun 2026. Hingga minggu ketujuh tahun ini, tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek dengan 572 kasus terkonfirmasi laboratorium dan empat kematian. Kondisi ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus terbanyak, tepat di bawah Yaman.

Sebaran KLB di 11 Provinsi

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 13 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terkonfirmasi laboratorium di 17 kabupaten/kota. Penemuan kasus suspek pada periode Januari-Februari 2026 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan 2025.

Data Utama Campak (Minggu ke-7, 2026):
  • Total Suspek: 8.224 kasus
  • Konfirmasi Lab: 572 kasus
  • Kematian: 4 jiwa (CFR 0,05%)
  • Wilayah Terdampak: 17 Kabupaten/Kota di 11 Provinsi

Adapun lima provinsi dengan laporan KLB terbanyak pada awal 2026 meliputi Sumatra Barat, Sumatra Selatan, DIY, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Lonjakan ini disebut berkaitan erat dengan ketimpangan cakupan imunisasi di tingkat daerah selama beberapa tahun terakhir.

Respons Cepat: Crash Program Imunisasi MR

Menanggapi situasi ini, pemerintah akan memulai program imunisasi campak-rubela (MR) tambahan atau crash program mulai pekan depan. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak di tingkat PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK), terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rutin yang masih di bawah target 95%.

"Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR. Pemberian imunisasi tambahan di daerah KLB ini merupakan langkah mitigasi untuk memutus rantai penularan secara cepat," ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring.

Notifikasi Internasional dari Australia

Kewaspadaan nasional juga meningkat setelah adanya notifikasi dari otoritas kesehatan Australia terkait dua kasus campak pada warga negara asing yang memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta pada Februari 2026. Salah satu kasus melibatkan anak berusia 6 tahun yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Pemerintah kini memperketat skrining di pintu masuk negara melalui pengisian deklarasi kesehatan dan pemeriksaan suhu tubuh bagi pelaku perjalanan internasional. Masyarakat diimbau untuk segera melengkapi status imunisasi anak dan waspada terhadap gejala demam tinggi yang disertai ruam kemerahan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya