Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Waspada Penularan Campak, Dinkes DKI Jakarta Perketat Surveilans di Fasilitas Kesehatan

Mohamad Farhan Zhuhri
11/3/2026 11:22
Waspada Penularan Campak, Dinkes DKI Jakarta Perketat Surveilans di Fasilitas Kesehatan
Ilustrasi(Freepik)

DINAS Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak di wilayah Ibu Kota. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif di Jakarta, langkah antisipasi melalui penguatan sistem surveilans di berbagai fasilitas kesehatan mulai diperketat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa pemantauan intensif ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan munculnya kasus di tengah masyarakat. 

Hal ini menjadi krusial mengingat adanya laporan kemunculan kasus di wilayah penyangga sekitar Jakarta.

“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan yang positif. Kami terus melakukan pemantauan melalui surveilans,” ujar Ani dalam keterangannya, Rabu (11/3).

Mekanisme Deteksi Dini di Puskesmas dan Rumah Sakit

Dalam pelaksanaannya, Dinkes DKI Jakarta telah menetapkan sejumlah fasilitas kesehatan sebagai titik lokasi surveilans. Fokus pemantauan diarahkan pada pasien yang menunjukkan gejala serupa influenza atau Influenza Like Illness (ILI) serta infeksi saluran pernapasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Ani menjelaskan bahwa jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan. Langkah ini melibatkan pemeriksaan laboratorium secara mendalam untuk memastikan akurasi diagnosis.

“Nanti yang memang kami temukan bergejala akan kami cek di laboratorium. Sejauh ini untuk domisili Jakarta belum ada, tetapi di daerah sekitar Jakarta memang sudah mulai ada,” tambahnya.

Proteksi Terhadap Kelompok Rentan Jelang Lebaran

Meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat menjelang perayaan Lebaran menjadi perhatian khusus bagi otoritas kesehatan. Mobilitas penduduk yang tinggi antarwilayah berpotensi meningkatkan risiko transmisi penyakit menular, termasuk campak.

Ani mengingatkan bahwa bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan terpapar karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam berinteraksi dengan anak-anak kecil guna mencegah penularan yang tidak disengaja.

“Bayi dan anak-anak harus kita jaga benar. Jangan sembarangan memegang atau mencium bayi dan balita karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” tegas Ani.

Langkah preventif ini diharapkan dapat membendung potensi KLB (Kejadian Luar Biasa) di wilayah DKI Jakarta. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta segera memeriksakan diri atau anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi yang disertai bintik merah pada kulit. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya