Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pramono Pastikan Jakarta Nihil Kasus Virus Nipah, Dinkes DKI : Jaga Kebersihan Pangan 

Mohamad Farhan Zhuhri
03/2/2026 11:12
Pramono Pastikan Jakarta Nihil Kasus Virus Nipah, Dinkes DKI : Jaga Kebersihan Pangan 
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Periode (1997Ð2002) dan (2002-2007) Sutiyoso, melihat peta penataan sebelum menyaksikan secara resmi pembongkaran tiang-tiang monorel Jakarta yang mangkrak Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta, R(Ramdani/MI)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, terus meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif menyusul terbitnya surat edaran Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan penyakit zoonotik tersebut.

“Yang virus Nipah sekali lagi, Alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah. Kemarin waktu berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan, mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi itu,” ujar Pramono di Jakarta, Selasa (3/2). 

Ia menegaskan, dirinya telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk bergerak cepat dalam melakukan langkah pencegahan dan penanganan dini virus Nipah.

Menurut Pramono, pengalaman menghadapi sejumlah penyakit menular seperti Covid-19 sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi Jakarta. Ia menyinggung kasus-kasus penyakit zoonotik lain yang sempat menimbulkan kekhawatiran publik selain virus Nipah.

“Karena persoalan yang menyangkut virus Nipah terus kemudian yang kemarin kencing tikus dan sebagainya mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani menegaskan pencegahan dini meski belum ditemukan kasus virus Nipah di Jakarta.

“Virus Nipah ini merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama,” ujar Ani, Senin (2/2).

Ani menjelaskan, penularan Virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.  Selain itu, risiko penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita yang sudah terinfeksi.

Menurut dia, masyarakat perlu mengenali gejala awal Virus Nipah agar dapat segera mendapatkan penanganan medis. 

"Gejala awal biasanya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis,” kata Ani.

Dinkes DKI Jakarta, lanjut Ani, mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan pangan sebagai langkah pencegahan utama virus Nipah. 

Ia menekankan pentingnya mencuci buah sebelum dikonsumsi serta menghindari konsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar. Sebab, itu menjadi salah satu penularan virus Nipah ke manusia. “Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang sakit serta tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang kebersihannya tidak terjamin,” ujarnya.

Ani menambahkan, warga yang merasa mengalami gejala seperti virus Nipah, setelah melakukan kontak berisiko diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya