Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Waspada Gangguan Kesehatan Saat Idul Fitri: Halodoc Ungkap Tren Penyakit dan Tips Sehat

Thalatie K Yani
11/3/2026 12:00
Waspada Gangguan Kesehatan Saat Idul Fitri: Halodoc Ungkap Tren Penyakit dan Tips Sehat
Podcast Halodoc(halodoc)

Momen Idul Fitri sering kali menjadi puncak perayaan yang dinantikan, namun di balik kemeriahannya, terdapat dinamika kesehatan fisik dan mental yang perlu diwaspadai. Halodoc melalui laporan Indonesia Health Insights Q1 2026 bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Selama Ramadan hingga Perayaan Idulfitri” mengungkap berbagai temuan krusial terkait kondisi kesehatan masyarakat.

Data menunjukkan gangguan kecemasan meningkat bertahap hingga puncaknya pada minggu ketiga Ramadan, naik sebesar 27% dibanding rata-rata mingguan. Gejala yang paling sering muncul meliputi gangguan tidur, jantung berdebar, hingga sesak dada, yang dipicu persiapan mudik dan dinamika sosial menjelang hari raya. Kondisi psikis ini berdampak langsung pada daya tahan tubuh, termasuk munculnya keluhan radang tenggorokan akibat meningkatnya hormon stres.

Tren Kesadaran Kesehatan Pasca-Lebaran

Menariknya, masyarakat kini semakin proaktif dalam memantau kondisi tubuh. Berdasarkan data tahun 2025, terjadi peningkatan tajam sebesar 95% pada tes laboratorium kolesterol dan gula darah satu minggu setelah Idul Fitri. Selain itu, pembelian produk kesehatan diet dan suplemen pelancar pencernaan meningkat hingga 62%.

Tantangan fisik utama yang tercatat adalah masalah pencernaan. Keluhan sembelit memuncak pada minggu Idul Fitri (+37%), dengan lonjakan konsultasi medis pada waktu subuh mencapai 593%. Sementara itu, keluhan diare meningkat rata-rata 13% dalam dua minggu pasca-perayaan.

Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, menjelaskan meskipun ada tantangan adaptasi tubuh, masyarakat kini lebih siap memitigasi risiko.

"Idul Fitri merupakan momen yang sangat dinantikan untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan khas dari keluarga. Kami memahami betapa berartinya momen kebersamaan ini dan laporan kami menunjukkan masyarakat mulai menerapkan cara yang lebih seimbang dalam merayakannya. Meskipun ada tantangan fisik dan mental seperti adaptasi tubuh seperti peningkatan pada keluhan sembelit dan diare, peningkatan pemeriksaan kesehatan mandiri (medical check-up) menunjukkan bahwa masyarakat sudah lebih siap dan berdaya dalam memitigasi risiko," ungkap Fibriyani.

Edukasi Bahan Pangan Berkualitas

Dalam acara Halodoc Talks Episode 2, Halodoc bersama Apical menekankan pentingnya pemilihan bahan pangan, terutama menghindari lemak trans (trans fat) dalam hidangan Lebaran. Farhana June Jamil dari Apical Innovation Centre (AIC) menyebutkan teknologi saat ini memungkinkan pengolahan minyak yang lebih sehat tanpa menghilangkan kelezatan tradisi.

"Tantangannya adalah memilih bahan pangan secara bijak, terutama dalam mengendalikan konsumsi asupan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan. Apical hadir untuk memastikan bahwa kearifan lokal dalam hidangan hari raya tetap terjaga kelezatannya, namun dengan standar kesehatan global yang lebih baik bagi kesehatan keluarga Indonesia," ujar Farhana.

Sebagai penutup, dr. Waluyo Dwi Cahyono, Spesialis Penyakit Dalam Mitra Halodoc, menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga porsi makan seimbang, mencukupi hidrasi, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan pola makan normal agar momen kemenangan dapat dinikmati secara maksimal. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya