Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPONEN ban menjadi salah satu titik krusial yang wajib diperiksa pemilik kendaraan pribadi sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran. Pereli nasional, Julian Johan, mengingatkan bahwa kondisi ban yang prima bukan sekadar dilihat dari tampilan fisiknya, melainkan juga ketepatan tekanan udaranya.
Pria yang akrab disapa Jeje ini menekankan bahwa ban adalah faktor penentu keselamatan dan kelancaran perjalanan jauh. Banyak kendala yang dialami pemudik di jalan raya justru bersumber dari pengabaian terhadap pemeliharaan komponen karet bundar ini.
"Karena ban ini menjadi salah satu faktor yang menentukan, apakah akan bisa berjalan dengan lancar atau enggak. Karena tidak sedikit orang mudik terkendala karena masalah ban," kata Jeje, dikutip Rabu (11/3).
Dalam pengamatannya, Jeje melihat banyak pemudik yang kurang teliti dalam memastikan tekanan angin.
Sering kali, ban terlihat masih baik secara kasat mata, namun sebenarnya memiliki tekanan udara yang tidak stabil, baik kurang maupun justru berlebih dari aturan pabrikan.
Kondisi tekanan angin yang melampaui batas anjuran dapat membahayakan stabilitas kendaraan, terutama saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi dengan muatan penuh.
"Itu yang berisiko, mobil itu lebih mudah lepas kendali atau melintir, terutama saat hujan, ditambah dengan kondisi muatan yang penuh seperti itu. Jadi, bagaimanapun juga tekanan angin itu tidak boleh berlebih," tuturnya.
Lebih lanjut, Jeje meluruskan pemahaman keliru yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab ban meledak atau pecah di jalan.
Banyak yang beranggapan bahwa ban meledak dipicu oleh tekanan angin yang terlalu tinggi. Namun, secara teknis, risiko terbesar justru muncul saat ban kekurangan tekanan udara ketika membawa beban berat (overload).
"Tekanan anginnya kurang itu akibat mobilnya overload, baik secara penumpang ataupun secara barang. Tekanan angin yang kurang itu yang berpotensi ban meledak," tegas Jeje.
Kekurangan tekanan udara menyebabkan dinding samping ban bekerja ekstra keras dan menimbulkan panas berlebih (heat buildup) yang memicu kerusakan struktur ban secara mendadak.
Ia menekankan pentingnya mengikuti rekomendasi pabrikan agar ban tetap mampu menopang beban kendaraan dengan aman.
"Jadi ban meledak itu bukan karena anginnya kelebihan, tapi karena anginnya kurang," pungkasnya.
Dengan melakukan pemeriksaan tekanan ban secara rutin dan memastikan kondisinya sesuai spesifikasi kendaraan sebelum berangkat, pemudik diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan menuju kampung halaman berjalan dengan aman. (Ant/Z-1)
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
MOMENTUM libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
LEBARAN 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Idul Fitri juga menghadirkan dinamika lain yang tidak kalah besar: ia menjadi salah satu peristiwa ekonomi terbesar dalam siklus tahunan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto manfaatkan momen Idul Fitri untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan sejumlah negara muslim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved