Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Waspadai Tekanan Ban Saat Mudik, Angin Kurang Bisa Picu Ban Meledak

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 09:13
Waspadai Tekanan Ban Saat Mudik, Angin Kurang Bisa Picu Ban Meledak
Ilustrasi(Freepik)

KOMPONEN ban menjadi salah satu titik krusial yang wajib diperiksa pemilik kendaraan pribadi sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran. Pereli nasional, Julian Johan, mengingatkan bahwa kondisi ban yang prima bukan sekadar dilihat dari tampilan fisiknya, melainkan juga ketepatan tekanan udaranya.

Pria yang akrab disapa Jeje ini menekankan bahwa ban adalah faktor penentu keselamatan dan kelancaran perjalanan jauh. Banyak kendala yang dialami pemudik di jalan raya justru bersumber dari pengabaian terhadap pemeliharaan komponen karet bundar ini.

"Karena ban ini menjadi salah satu faktor yang menentukan, apakah akan bisa berjalan dengan lancar atau enggak. Karena tidak sedikit orang mudik terkendala karena masalah ban," kata Jeje, dikutip Rabu (11/3).

Risiko Tekanan Udara Berlebih

Dalam pengamatannya, Jeje melihat banyak pemudik yang kurang teliti dalam memastikan tekanan angin. 

Sering kali, ban terlihat masih baik secara kasat mata, namun sebenarnya memiliki tekanan udara yang tidak stabil, baik kurang maupun justru berlebih dari aturan pabrikan.

Kondisi tekanan angin yang melampaui batas anjuran dapat membahayakan stabilitas kendaraan, terutama saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi dengan muatan penuh.

"Itu yang berisiko, mobil itu lebih mudah lepas kendali atau melintir, terutama saat hujan, ditambah dengan kondisi muatan yang penuh seperti itu. Jadi, bagaimanapun juga tekanan angin itu tidak boleh berlebih," tuturnya.

Mitos Ban Meledak

Lebih lanjut, Jeje meluruskan pemahaman keliru yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab ban meledak atau pecah di jalan. 

Banyak yang beranggapan bahwa ban meledak dipicu oleh tekanan angin yang terlalu tinggi. Namun, secara teknis, risiko terbesar justru muncul saat ban kekurangan tekanan udara ketika membawa beban berat (overload).

"Tekanan anginnya kurang itu akibat mobilnya overload, baik secara penumpang ataupun secara barang. Tekanan angin yang kurang itu yang berpotensi ban meledak," tegas Jeje.

Kekurangan tekanan udara menyebabkan dinding samping ban bekerja ekstra keras dan menimbulkan panas berlebih (heat buildup) yang memicu kerusakan struktur ban secara mendadak. 

Ia menekankan pentingnya mengikuti rekomendasi pabrikan agar ban tetap mampu menopang beban kendaraan dengan aman.

"Jadi ban meledak itu bukan karena anginnya kelebihan, tapi karena anginnya kurang," pungkasnya.

Dengan melakukan pemeriksaan tekanan ban secara rutin dan memastikan kondisinya sesuai spesifikasi kendaraan sebelum berangkat, pemudik diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan menuju kampung halaman berjalan dengan aman. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya