Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Munculnya bintik atau bercak merah pada kulit sering membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda, namun masyarakat kerap menganggap semua sama. Tiga kondisi yang paling sering tertukar adalah cacar air, campak, dan ruam seperti biang keringat atau alergi. Ketiganya memang sama-sama memunculkan kemerahan pada kulit, tetapi memiliki penyebab, gejala, serta tingkat bahaya yang berbeda.
Dilansir dari laman Rumah Sakit Pusat Pertamina, cacar air dan campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Sementara itu, ruam biasa umumnya terjadi karena iritasi kulit, cuaca panas, atau reaksi alergi. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan ketiga kondisi tersebut agar penanganannya tepat dan risiko komplikasi dapat dihindari.
Bagi orang awam, ketiga kondisi ini sering terlihat serupa pada tahap awal. Gejala yang paling terlihat adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Namun, sebenarnya terdapat beberapa perbedaan utama. Dari sisi penyebab, campak disebabkan oleh virus measles. Sedangkan, cacar air dipicu oleh virus varicella zoster. Adapun ruam biasa biasanya terjadi akibat iritasi kulit, panas, alergi, atau infeksi kulit ringan.
Cara penularannya juga berbeda. Campak dan cacar air tergolong sangat mudah menular melalui udara atau percikan napas. Sebaliknya, ruam biasa tidak menular karena tidak disebabkan oleh infeksi virus.
Perbedaan lainnya terlihat pada pola ruam. Setiap penyakit memiliki bentuk, lokasi kemunculan, serta perkembangan ruam yang khas. Ruam biasa biasanya tidak disertai gejala berat. Sedangkan, campak dan cacar air hampir selalu diikuti demam dan keluhan mirip flu.
Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tersebut. Salah satunya adalah belum mendapatkan imunisasi. Anak maupun orang dewasa yang belum menerima vaksin MMR untuk mencegah campak atau vaksin varicella untuk cacar air memiliki kemungkinan lebih besar tertular.
Kontak langsung dengan penderita juga menjadi faktor risiko utama, terutama di tempat ramai seperti sekolah, tempat bermain, atau pusat perbelanjaan. Selain itu, kelompok dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti bayi, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis lebih rentan mengalami infeksi dan komplikasi.
Untuk ruam biasa, faktor lingkungan sering menjadi pemicu. Cuaca panas dan lembap, penggunaan pakaian yang tidak menyerap keringat, serta produk yang dapat mengiritasi kulit seperti sabun atau detergen juga dapat menyebabkan munculnya ruam.
Tidak semua ruam memerlukan penanganan medis. Namun, pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan jika ruam muncul bersamaan dengan gejala tertentu.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi lebih dari 39 derajat Celsius, ruam yang menyebar dengan cepat, serta tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering dan tubuh terasa sangat lemas. Selain itu, gejala seperti kesulitan bernapas, sakit kepala berat, leher kaku, atau ruam yang tampak bernanah juga membutuhkan pemeriksaan medis segera.
Ibu hamil yang mengalami paparan atau menunjukkan gejala penyakit ini juga disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.
Vaksinasi menjadi langkah utama untuk melindungi tubuh dari campak dan cacar air. Pemberian vaksin MMR dan vaksin varicella terbukti dapat menurunkan risiko infeksi sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius. Selain itu, menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan secara rutin juga penting untuk mencegah penularan penyakit. Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit serta melakukan isolasi ketika terinfeksi juga dapat membantu menekan penyebaran penyakit.
Sementara untuk mencegah ruam biasa, masyarakat disarankan menggunakan pakaian yang menyerap keringat, mandi secara teratur, serta menghindari produk yang dapat mengiritasi kulit. (E-3)
Pola hidup sehat dengan menjaga asupan gizi dan kebersihan tangan serta tidak berkontak dengan pasien yang mengalami infeksi ini, dan tidak menggunakan barang bersama.
Seseorang yang menderita cacar tetap dianjurkan untuk mandi serta tidak menggaruk lesi kulit, dan menjaga agar luka tetap kering.
Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1958 pada monyet yang digunakan dalam penelitian laboratorium, sehingga dinamai monkeypox. Namun, sumber alami utama virus ini adalah hewan
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
Air kelapa memang memiliki manfaat kesehatan yang nyata, namun fungsinya lebih bersifat sebagai pendukung cairan tubuh.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik menjelaskan virus varicella zoster dapat menetap secara laten di sistem saraf dan dapat aktif kembali menjadi herpes zoster.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved