Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS penyebab cacar air tidak sepenuhnya hilang dari tubuh setelah anak sembuh. Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik Ratni Indrawati menjelaskan bahwa virus varicella zoster dapat menetap secara laten di sistem saraf dan suatu saat dapat aktif kembali menjadi herpes zoster.
“Setelah infeksi varicella primer, virus akan dorman di ganglion saraf sensorik. Ketika daya tahan tubuh menurun, virus dapat bereaktivasi dan menimbulkan herpes zoster,” jelas Ratni, Selasa (13/1).
Herpes zoster memang lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan lansia, namun Ratni menegaskan bahwa kondisi ini juga dapat terjadi pada anak. Meski relatif jarang, herpes zoster pada anak tetap perlu dikenali karena menimbulkan nyeri yang signifikan.
Secara klinis, herpes zoster ditandai dengan nyeri neuropatik berupa rasa terbakar, menusuk, atau kesemutan yang muncul satu hingga beberapa hari sebelum ruam. Setelah itu, timbul ruam vesikel berkelompok dengan dasar kemerahan, muncul unilateral mengikuti satu dermatom dan tidak melewati garis tengah tubuh.
“Distribusi ruam yang khas dan nyeri neuropatik menjadi kunci diagnosis herpes zoster,” katanya.
Pada fase akut, nyeri biasanya paling berat. Vesikel kemudian berubah menjadi pustul, mengering, dan membentuk krusta dalam waktu dua hingga empat minggu. Pada sebagian pasien, nyeri dapat menetap lebih lama, meski pada anak kejadian nyeri pascaherpetik jauh lebih jarang dibandingkan pada usia lanjut.
Ratni menjelaskan, pada anak sehat, herpes zoster umumnya berjalan lebih ringan. Namun pada anak dengan gangguan imunitas, herpes zoster dapat menjadi lebih berat dan memerlukan terapi antivirus intravena.
“Pengenalan dini sangat penting. Antivirus akan lebih efektif bila diberikan sedini mungkin untuk menekan replikasi virus dan mencegah komplikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan herpes zoster pada anak juga menjadi pengingat bahwa infeksi varicella bukan tanpa konsekuensi jangka panjang. Virus yang sama dapat kembali menimbulkan penyakit bertahun-tahun setelah infeksi pertama.
“Karena itu, pencegahan varicella sejak dini menjadi sangat penting, bukan hanya untuk mencegah cacar air, tetapi juga menurunkan risiko herpes zoster di kemudian hari,” pungkas Ratni. (H-3)
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Peningkatan kasus cacar air di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan tenaga kesehatan.
Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster.
Kemenkes juga diminta menggencarkan edukasi soal bahaya penularan penyakit gondongan dan cacar air pada anak.
KASUS cacar air mulai merebak di kalangan anak usia sekolah. Berikut sederet fakta mengenai salah satu penyakit amat menular ini.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
PENYAKIT cacar api atau herpes zoster tidak dapat dipandang sebelah mata. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
CACAR air atau varisela, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varisela-zoster (VZV). Virus ini menyebabkan cacar air, yang biasanya merupakan infeksi primer pada inang nonimun.
Walau jarang, seseorang bisa terkena cacar air lebih dari satu kali. Simak penjelasan penyebab, faktor risikonya, serta pentingnya vaksinasi.
Cacar api, atau secara medis dikenal sebagai herpes zoster, adalah penyakit yang disebabkan oleh aktifnya kembali virus varicella-zoster—virus yang juga menyebabkan cacar air
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved