Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

IDAI Ingatkan Virus Varicella Bisa Sebabkan Herpes Zoster pada Anak

Atalya Puspa    
13/1/2026 19:08
IDAI Ingatkan Virus Varicella Bisa Sebabkan Herpes Zoster pada Anak
Kulit yang terpapar infeksi virus herpes zoster.(Dok. Antara)

VIRUS penyebab cacar air tidak sepenuhnya hilang dari tubuh setelah anak sembuh. Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik Ratni Indrawati menjelaskan bahwa virus varicella zoster dapat menetap secara laten di sistem saraf dan suatu saat dapat aktif kembali menjadi herpes zoster.

“Setelah infeksi varicella primer, virus akan dorman di ganglion saraf sensorik. Ketika daya tahan tubuh menurun, virus dapat bereaktivasi dan menimbulkan herpes zoster,” jelas Ratni, Selasa (13/1). 

Herpes zoster memang lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan lansia, namun Ratni menegaskan bahwa kondisi ini juga dapat terjadi pada anak. Meski relatif jarang, herpes zoster pada anak tetap perlu dikenali karena menimbulkan nyeri yang signifikan.

Secara klinis, herpes zoster ditandai dengan nyeri neuropatik berupa rasa terbakar, menusuk, atau kesemutan yang muncul satu hingga beberapa hari sebelum ruam. Setelah itu, timbul ruam vesikel berkelompok dengan dasar kemerahan, muncul unilateral mengikuti satu dermatom dan tidak melewati garis tengah tubuh.

“Distribusi ruam yang khas dan nyeri neuropatik menjadi kunci diagnosis herpes zoster,” katanya.

Pada fase akut, nyeri biasanya paling berat. Vesikel kemudian berubah menjadi pustul, mengering, dan membentuk krusta dalam waktu dua hingga empat minggu. Pada sebagian pasien, nyeri dapat menetap lebih lama, meski pada anak kejadian nyeri pascaherpetik jauh lebih jarang dibandingkan pada usia lanjut.

Ratni menjelaskan, pada anak sehat, herpes zoster umumnya berjalan lebih ringan. Namun pada anak dengan gangguan imunitas, herpes zoster dapat menjadi lebih berat dan memerlukan terapi antivirus intravena.

“Pengenalan dini sangat penting. Antivirus akan lebih efektif bila diberikan sedini mungkin untuk menekan replikasi virus dan mencegah komplikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan herpes zoster pada anak juga menjadi pengingat bahwa infeksi varicella bukan tanpa konsekuensi jangka panjang. Virus yang sama dapat kembali menimbulkan penyakit bertahun-tahun setelah infeksi pertama.

“Karena itu, pencegahan varicella sejak dini menjadi sangat penting, bukan hanya untuk mencegah cacar air, tetapi juga menurunkan risiko herpes zoster di kemudian hari,” pungkas Ratni.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya