Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada di Sekolah! IDAI Sebut Cacar Air Bisa Menular ke 12 Anak Sekaligus

Atalaya Puspa
13/1/2026 18:43
Waspada di Sekolah! IDAI Sebut Cacar Air Bisa Menular ke 12 Anak Sekaligus
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular.(Freepik)

CACAR air atau varicella masih sering dianggap penyakit ringan pada anak. Namun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan, penyakit ini termasuk salah satu infeksi paling mudah menular dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik, Ratni Indrawati, menyebut tingkat penularan varicella sangat tinggi. Angka reproduksi dasar (reproduction number/R0) penyakit ini berada di kisaran 8 hingga 12.

Artinya, satu anak yang terinfeksi cacar air dapat menularkan penyakit ini ke delapan sampai 12 anak lain, terutama di lingkungan dengan kontak erat seperti sekolah, rumah, atau ruang perawatan.

“Varicella sangat mudah menular melalui droplet dan airborne. Kontak dekat di satu kelas atau satu rumah membuat penyebarannya berlangsung sangat cepat,” ujar Ratni dalam seminar media IDAI, Selasa (13/1).

Masalahnya, varicella sudah menular satu hingga dua hari sebelum ruam muncul. Anak tetap bisa menyebarkan virus hingga seluruh lesi kulit mengering dan berubah menjadi keropeng. Dengan masa inkubasi sekitar dua minggu, kondisi ini membuat pengendalian wabah cacar air menjadi sulit tanpa pencegahan yang baik.

Secara klinis, varicella diawali demam dan diikuti ruam khas yang muncul bertahap. Lesi kulit berkembang dari makula, papula, vesikel berisi cairan jernih, pustul, hingga akhirnya mengering menjadi krusta.

“Ciri khas varicella adalah lesi muncul dalam berbagai stadium secara bersamaan atau bersifat polimorfik,” jelas Ratni.

Jumlah lesi pada penderita sangat bervariasi. Rata-rata sekitar 300 lesi, namun pada kasus tertentu bisa kurang dari 10 atau justru lebih dari 1.000 lesi.

Pada anak yang sehat, sebagian besar kasus memang bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri dengan terapi suportif, seperti penurun demam, obat antigatal, dan perawatan kulit. Namun varicella tidak selalu ringan.

Komplikasi dapat terjadi, mulai dari infeksi bakteri sekunder pada kulit, hingga komplikasi berat seperti pneumonia dan gangguan saraf.

Menurut Ratni, risiko komplikasi lebih tinggi dan lebih berat pada anak dengan gangguan imunitas, penyakit kronik, serta remaja dan orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksin.

“Dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dan risiko komplikasi serius, varicella tidak boleh dianggap sebagai penyakit biasa,” tegasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik