Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPERCAYAAN masyarakat mengenai khasiat air kelapa untuk mengobati rasa gatal akibat cacar air (varicella) ternyata belum memiliki landasan medis yang kuat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, hingga saat ini, belum ditemukan bukti ilmiah yang mendukung klaim air kelapa sebagai pereda gatal pada pasien cacar.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K), menegaskan bahwa meskipun air kelapa sering dianggap sebagai solusi tradisional, fungsi utamanya bukanlah untuk mengobati gejala kulit pada cacar air.
"Belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal (akibat cacar), tapi (air kelapa) boleh diberikan pada anak-anak," ujar Ratni dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Selasa.
Ratni menjelaskan, air kelapa memang memiliki manfaat kesehatan yang nyata, namun fungsinya lebih bersifat sebagai pendukung cairan tubuh. Air kelapa terbukti kaya akan elektrolit, terutama kalium, yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Manfaat nutrisi inilah yang sebenarnya telah diakui sejak lama oleh nenek moyang sebagai cara menjaga tubuh tetap sehat.
Namun, Ratni menekankan pentingnya membedakan antara manfaat hidrasi dan klaim pengobatan gatal. Untuk memastikan fungsi air kelapa benar-benar valid sebagai pereda gatal, menurutnya masih diperlukan penelitian lebih lanjut secara spesifik.
Oleh karena itu, para orangtua diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilah informasi. Ratni meminta masyarakat agar selalu merujuk pada sumber yang dapat dipercaya dan tidak mudah terjebak oleh mitos-mitos yang beredar luas di tengah masyarakat.
Cacar air atau varicella merupakan infeksi primer yang disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV). Gejalanya ditandai dengan demam serta munculnya lepuhan kecil berisi cairan (ruam vesikular) yang menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan tertutup seperti sekolah, rumah, atau bangsal perawatan.
Alih-alih bergantung pada air kelapa untuk meredakan gejalanya, IDAI sangat merekomendasikan pencegahan melalui imunisasi. Berdasarkan panduan medis, vaksin varisela dapat diberikan mulai usia 12 bulan dengan jadwal sebagai berikut:
Melalui edukasi ini, diharapkan orangtua dapat mengambil tindakan medis yang tepat dan terukur dalam menangani cacar air pada anak, tanpa mengabaikan aspek pencegahan utama melalui vaksinasi. (Ant/Z-1)
Air kelapa juga lebih baik daripada minuman manis atau jus dengan tambahan gula serta perasa dan pewarna makanan.
Beberapa bahan alami seperti air kelapa, jahe, bunga chamomile, daun pepermin, adas, yoghurt, dan pisang bisa membantu meredakan gejala keracunan makanan.
Mengonsumsi air kelapa dapat menjadi pilihan untuk memulihkan dehidrasi karena keluar banyak cairan terutama setelah keracunan yang menyebabkan muntah dan diare.
Air kelapa mengandung magnesium, fosfat, kalium, sitrat, dan antioksidan yang berperan aktif dalam menghambat proses nukleasi hingga agregasi kristal penyusun batu ginjal.
Karena kandungan antioksidannya tinggi, air kelapa membantu proses regenerasi sel dan proses terbentuknya air ketuban itu menjadi optimal.
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik menjelaskan virus varicella zoster dapat menetap secara laten di sistem saraf dan dapat aktif kembali menjadi herpes zoster.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved