Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan. Pasalnya, kedua penyakit berpotensi menimbulkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, mengatakan musim hujan menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran virus, terutama karena kelembapan tinggi, suhu yang lebih dingin, serta aktivitas anak yang lebih banyak dilakukan di ruang tertutup.
“Campak dan cacar air sering dianggap penyakit biasa pada anak, padahal komplikasinya bisa sangat berat. Di musim hujan, penularannya jauh lebih mudah,” ujar Anggraini dalam media briefing IDAI, Jumat (30/1).
Menurut dia, campak merupakan salah satu penyakit paling menular. Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 12–18 anak lainnya, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi buruk.
Penularan terjadi melalui udara, sehingga risiko meningkat saat anak-anak banyak beraktivitas di dalam rumah atau ruang kelas.
Anggraini menjelaskan, campak tidak hanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru, infeksi telinga, gangguan mata hingga kebutaan, bahkan infeksi otak.
“Komplikasi campak bisa sangat luas dan berbahaya, apalagi bila daya tahan tubuh anak lemah,” katanya.
Sementara itu, kasus cacar air juga dilaporkan meningkat selama musim hujan. Penyakit ini mudah menyebar di lingkungan tertutup dan sering dianggap ringan oleh orang tua. Padahal, cacar air dapat menyebabkan komplikasi berat seperti infeksi bakteri sekunder, sepsis, hingga gangguan serius pada organ tubuh.
IDAI juga mengingatkan bahaya pemberian obat yang tidak tepat pada anak dengan cacar air. “Pemberian aspirin pada anak yang menderita cacar air dapat memicu kerusakan hati dan otak yang bisa berujung pada kondisi kritis,” tegas Anggraini.
Ia menekankan bahwa paracetamol merupakan pilihan obat penurun panas yang paling aman untuk anak.
IDAI mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti demam tinggi yang tidak turun, demam turun tetapi kondisi anak memburuk, sesak napas, muntah hebat, kejang, penurunan kesadaran, atau muncul perdarahan.
Sebagai langkah pencegahan, IDAI menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga ventilasi rumah, menghindari kerumunan saat ada wabah, serta melengkapi imunisasi anak sesuai rekomendasi.
“Vaksin campak, rubella, cacar air, dan influenza tersedia dan efektif mencegah penyakit berat. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” pungkas Anggraini.
(H-3)
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
INFORMASI keliru mengenai keamanan vaksin campak beredar di media sosial. salah satu unggahan di Facebook yang dikutip dari AFP Fact Check pada Kamis (26/3), menyebut vaksin campak tak aman
Kasus campak di Indonesia capai 10.301. Pakar sebut penurunan vaksinasi pascapandemi jadi penyebab utama meningkatnya kasus.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
Kemenkes menyebut hingga pertengahan Maret 2026, tercatat 13.046 suspek dengan 10.301 kasus campak terkonfirmasi. Selain itu, ada 8 kematian akibat campak.
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved