Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan. Pasalnya, kedua penyakit berpotensi menimbulkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, mengatakan musim hujan menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran virus, terutama karena kelembapan tinggi, suhu yang lebih dingin, serta aktivitas anak yang lebih banyak dilakukan di ruang tertutup.
“Campak dan cacar air sering dianggap penyakit biasa pada anak, padahal komplikasinya bisa sangat berat. Di musim hujan, penularannya jauh lebih mudah,” ujar Anggraini dalam media briefing IDAI, Jumat (30/1).
Menurut dia, campak merupakan salah satu penyakit paling menular. Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 12–18 anak lainnya, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi buruk.
Penularan terjadi melalui udara, sehingga risiko meningkat saat anak-anak banyak beraktivitas di dalam rumah atau ruang kelas.
Anggraini menjelaskan, campak tidak hanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru, infeksi telinga, gangguan mata hingga kebutaan, bahkan infeksi otak.
“Komplikasi campak bisa sangat luas dan berbahaya, apalagi bila daya tahan tubuh anak lemah,” katanya.
Sementara itu, kasus cacar air juga dilaporkan meningkat selama musim hujan. Penyakit ini mudah menyebar di lingkungan tertutup dan sering dianggap ringan oleh orang tua. Padahal, cacar air dapat menyebabkan komplikasi berat seperti infeksi bakteri sekunder, sepsis, hingga gangguan serius pada organ tubuh.
IDAI juga mengingatkan bahaya pemberian obat yang tidak tepat pada anak dengan cacar air. “Pemberian aspirin pada anak yang menderita cacar air dapat memicu kerusakan hati dan otak yang bisa berujung pada kondisi kritis,” tegas Anggraini.
Ia menekankan bahwa paracetamol merupakan pilihan obat penurun panas yang paling aman untuk anak.
IDAI mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti demam tinggi yang tidak turun, demam turun tetapi kondisi anak memburuk, sesak napas, muntah hebat, kejang, penurunan kesadaran, atau muncul perdarahan.
Sebagai langkah pencegahan, IDAI menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga ventilasi rumah, menghindari kerumunan saat ada wabah, serta melengkapi imunisasi anak sesuai rekomendasi.
“Vaksin campak, rubella, cacar air, dan influenza tersedia dan efektif mencegah penyakit berat. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati,” pungkas Anggraini.
(H-3)
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Mengenali tanda-tanda balita terkena campak sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti dehidrasi berat, infeksi telinga, hingga pneumonia.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Measles atau campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri.
WABAH campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Orangtua diminta untuk waspada.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved