Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
CAMPAK atau rubeola adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular disebabkan oleh virus. Pada balita, kondisi ini memerlukan perhatian serius karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang. Mengenali tanda-tanda balita terkena campak sejak dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi berbahaya seperti dehidrasi berat, infeksi telinga, hingga pneumonia.
Gejala campak biasanya muncul dalam dua tahap utama sebelum akhirnya ruam menyebar ke seluruh tubuh. Berikut adalah rinciannya:
Sebelum ruam merah muncul, balita akan mengalami gejala yang mirip dengan flu selama 2 hingga 4 hari:
Setelah fase awal, ruam mulai muncul dan menyebar dengan pola yang khas:
Penyebab utama campak adalah virus dari keluarga paramyxovirus. Virus ini menular melalui droplet atau percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Perlu diketahui bahwa virus campak sangat persisten; virus dapat bertahan di udara atau di permukaan benda selama lebih dari dua jam.
Balita yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap memiliki risiko tertinggi tertular campak jika berada di lingkungan yang terinfeksi.
Karena disebabkan oleh virus, campak tidak bisa diobati dengan antibiotik. Fokus pengobatan adalah mendukung sistem imun anak untuk melawan virus tersebut:
Pencegahan terbaik dan paling efektif adalah melalui Imunisasi. Di Indonesia, jadwal imunisasi rutin untuk mencegah campak adalah:
Tanda-tanda balita terkena campak seringkali diawali dengan demam tinggi dan batuk pilek sebelum akhirnya muncul ruam merah yang khas. Dengan deteksi dini dan pemberian nutrisi serta hidrasi yang baik, sebagian besar balita dapat pulih sepenuhnya. Namun, pastikan jadwal vaksinasi anak tetap tepat waktu sebagai perlindungan jangka panjang yang paling aman. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved