Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dari Flu hingga Leptospirosis, Anak jadi Kelompok Paling Rentan saat Musim Hujan

Atalya Puspa    
30/1/2026 16:02
Dari Flu hingga Leptospirosis, Anak jadi Kelompok Paling Rentan saat Musim Hujan
Sejumlah anak bermain di tengah banjir di Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.(Dok. Antara)

MUSIM  hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan karena kombinasi kelembapan tinggi, genangan air, serta perubahan pola aktivitas anak mempercepat penularan penyakit.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, menjelaskan hujan bukan penyebab langsung anak jatuh sakit. Namun, kondisi lingkungan saat musim hujan menciptakan situasi ideal bagi virus, bakteri, dan parasit untuk berkembang.

“Kelembapan yang tinggi, suhu yang lebih dingin, genangan air, hingga sanitasi yang terganggu membuat mikroorganisme lebih mudah hidup dan menular. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem imun mereka masih berkembang,” kata Anggraini dalam media briefing IDAI, Jumat (30/1). 

Ia menyebut penyakit saluran pernapasan seperti flu dan influenza kerap meningkat pada musim hujan. Lingkungan yang dingin dan lembap membuat virus lebih stabil, sementara aktivitas anak yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas mempercepat penularan. 

Influenza, kata dia, berbeda dengan flu biasa karena dapat menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia.

Selain penyakit pernapasan, penyakit yang ditularkan melalui air dan makanan juga melonjak. Diare, disentri, demam tifoid, dan hepatitis A sering terjadi akibat kontaminasi air bersih dan buruknya sanitasi selama musim hujan dan banjir. 

Pada anak, kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi berat yang dapat berujung fatal bila tidak ditangani cepat.

“Anak lebih cepat mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Diare berulang, muntah, dan kurang minum cairan bisa sangat berbahaya,” ujarnya.

Musim hujan juga identik dengan meningkatnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD), nyamuk Culex penyebab Japanese encephalitis, serta nyamuk Anopheles penyebab malaria. Anak-anak yang lebih banyak berada di rumah justru lebih mudah terpapar gigitan nyamuk, terutama pada pagi dan sore hari.

Tak kalah berbahaya, leptospirosis juga menjadi ancaman serius saat musim hujan dan banjir. Penyakit akibat bakteri dari urine tikus ini dapat masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit saat anak bermain di genangan air. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan ginjal dan hati.

“Leptospirosis memiliki angka kematian yang relatif tinggi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Anak-anak yang bermain di air banjir sangat berisiko,” kata Anggraini.

Ia menegaskan kelompok berisiko tinggi tidak hanya balita, tetapi juga anak dengan penyakit penyerta, sistem imun lemah, serta anak yang tinggal di lingkungan padat dan rawan banjir. Selain itu, lansia, ibu hamil, dan pekerja lapangan juga perlu mendapat perlindungan ekstra.

IDAI mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya seperti demam tinggi yang tidak membaik, sesak napas, muntah hebat, diare berulang, penurunan kesadaran, perdarahan, atau berkurangnya frekuensi buang air kecil.

Sebagai upaya pencegahan, IDAI menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, mengonsumsi makanan matang dan air bersih, menghindari genangan air dan banjir, serta melindungi anak dari gigitan nyamuk.

“Imunisasi juga menjadi kunci penting. Banyak penyakit yang meningkat di musim hujan sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin,” pungkas Anggraini. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya