Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

155 Kasus Leptospirosis Terjadi di Klaten Sepanjang 2025

Djoko Sardjono
01/1/2026 15:36
155 Kasus Leptospirosis Terjadi di Klaten Sepanjang 2025
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten.(Freepik)

KASUS leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat, sepanjang 2025 terdapat 155 kasus leptospirosis dengan 27 kematian. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan 2024 yang hanya mencatat 37 kasus dengan sembilan kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan peningkatan kasus leptospirosis perlu menjadi perhatian serius, terutama di musim hujan. Penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira itu mudah menular melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.

“Penyebaran leptospirosis hampir terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Hingga akhir November 2025, kasus tertinggi berada di Kecamatan Gantiwarno sebanyak 21 kasus dan Wedi 17 kasus,” kata Anggit, Rabu (31/12).

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya leptospirosis serta langkah pencegahannya. Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala awal.

“Gejalanya sering dianggap masuk angin, padahal berbahaya. Terutama bagi warga dengan faktor risiko, seperti bekerja di persawahan atau tinggal di lingkungan yang banyak tikus,” ujarnya.

Kasus DBD Menurun

Berbeda dengan leptospirosis, kasus DBD di Kabupaten Klaten justru menurun drastis pada 2025. Hingga minggu ke-50, tercatat 511 kasus DBD dengan tiga kematian.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 1.256 kasus dengan 31 kematian.

Menurut Anggit, penurunan kasus DBD tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta optimalisasi peran juru pemantau jentik (jumantik).

“PSN merupakan langkah paling efektif karena dapat memutus siklus hidup nyamuk sebelum menjadi dewasa,” katanya.

Ia menegaskan, PSN dan jumantik menjadi kunci utama pencegahan DBD, terutama selama musim hujan, guna menekan potensi peningkatan kasus di lingkungan permukiman. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya