Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS leptospirosis kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya risiko penularan penyakit tersebut pada musim penghujan. Pengamat kesehatan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menegaskan bahwa leptospirosis memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sanitasi dan lingkungan yang buruk.
Menurutnya, salah satu faktor utama penyebaran penyakit ini adalah keberadaan tikus yang banyak ditemukan di saluran-saluran pembuangan air, terutama setelah turunnya hujan.
"Leptospirosis ini erat kaitannya dengan sanitasi dan lingkungan yang buruk. Karena faktor penyebabnya ini biasanya adalah tikus yang memang ada di saluran-saluran pembuangan air dan utamanya setelah musim penghujan. Ini juga cukup mengkhawatirkan," kata Hermawan saat dihubungi, Selasa (2/12).
Ia mengimbau masyarakat untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menghindari penggunaan air yang berasal dari genangan atau sumber yang terpapar lingkungan terbuka.
"Paling penting setiap orang harus betul-betul menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak menggunakan dan mengonsumsi air yang bersumber dari genangan atau air di mana dia sudah terpapar terbuka dengan paparan hewan-hewan dan utamanya adalah tikus," ujarnya.
Hermawan menilai bahwa kasus leptospirosis harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah agar lebih proaktif dalam penyediaan sumber air bersih serta percepatan perbaikan sanitasi dan drainase.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, termasuk menghindari penumpukan barang yang berpotensi mengundang tikus serta memastikan makanan dan minuman tersimpan dengan aman.
"Biasakan menutup tempat-tempat minum, tempat makanan, dan yang paling penting kalau bisa kemana-mana menggunakan sepatu atau sandal yang tertutup agar tidak mudah digigit atau dicemari oleh bakteri pembawa leptospirosis," jelasnya.
Lebih lanjut, Hermawan juga menekankan perlunya respons cepat dari dinas kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran penyakit.
"Yang paling penting juga dari dinas kesehatan agar respon cepat ya untuk menyiapkan obat-obatan dan juga mengantisipasi penyebarannya melalui lokalisir tempat di mana dideteksi adanya leptospirosis dan melakukan investigasi cepat untuk meminimalisir hama penyebabnya," tuturnya.
Dengan meningkatnya curah hujan, upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan potensi penyebaran leptospirosis dan menjaga kesehatan publik. (E-4)
Kenali gejala leptospirosis, cara penularan bakteri tikus saat banjir, dan panduan pencegahan efektif untuk melindungi keluarga di musim hujan 2026.
KASUS leptospirosis di Kota Yogyakarta sepanjang 2025 tercatat sebanyak 34 kasus atau meningkat dibandingkan 2024 yang hanya 24 kasus.
Musim penghujan menjadi faktor risiko utama karena bakteri ini lebih mudah bertahan dan menyebar di lingkungan yang lembap dan berair.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
Kenali gejala leptospirosis, cara penularan bakteri tikus saat banjir, dan panduan pencegahan efektif untuk melindungi keluarga di musim hujan 2026.
KASUS leptospirosis di Kota Yogyakarta sepanjang 2025 tercatat sebanyak 34 kasus atau meningkat dibandingkan 2024 yang hanya 24 kasus.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved