Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Waspada Leptospirosis di Musim Hujan: Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Basuki Eka Purnama
29/1/2026 11:52
Waspada Leptospirosis di Musim Hujan: Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Ilustrasi(Freepik)

CURAH hujan yang diprediksi tetap tinggi hingga akhir Januari meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit, salah satunya adalah leptospirosis. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penularan bakteri yang kerap terbawa melalui genangan air banjir dan lingkungan yang kotor.

Dokter Umum RS Sari Asih Cipondoh Tangerang, dr. Putri Mutiara Sari, menjelaskan bahwa leptospirosis adalah penyakit infeksi zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. 

Penularan utama terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.

"Kondisi lingkungan yang basah dan banjir inilah yang menjadi sarana utama penyebaran bakteri leptospira dari urine tikus ke lingkungan manusia. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat," ujar Putri, Kamis (29/1).

Mengenali Gejala Sejak Dini

Mengingat masa inkubasi bakteri ini, gejala biasanya tidak langsung muncul seketika, melainkan satu hingga dua minggu setelah seseorang terpapar. dr. Putri memaparkan beberapa tanda klinis yang harus diwaspadai, di antaranya:

  • Demam tinggi secara mendadak dan menggigil.
  • Nyeri otot yang spesifik pada bagian betis, punggung, dan pinggang.
  • Sakit kepala hebat.
  • Mata merah.

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika merasakan tanda-tanda tersebut, terutama setelah melakukan kontak dengan air banjir. 

"Diagnosis dini dan pemberian antibiotik yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi organ dalam," tambahnya.

Langkah Praktis Pencegahan

Sebagai bentuk perlindungan diri, Putri menyarankan beberapa langkah praktis bagi masyarakat yang beraktivitas di area rawan genangan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu bot dan sarung tangan sangat dianjurkan saat melewati genangan atau saluran air.

Selain itu, karena bakteri Leptospira dapat masuk melalui luka sekecil apa pun, masyarakat diminta untuk selalu menutup luka dengan plester kedap air. 

Mencuci tangan dan kaki dengan sabun segera setelah kontak dengan air banjir juga menjadi prosedur wajib untuk meminimalkan risiko.

"Jaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus dengan menutup akses masuk dan mengelola sampah dengan benar," pesan dr. Putri.

Penanganan Medis

Meskipun leptospirosis ringan sering kali bersifat self-limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan suportif, kondisi ini tidak boleh diremehkan. 

Bagi pasien yang menunjukkan gejala berat, intervensi medis melalui antibiotik menjadi keharusan.

"Namun, untuk leptospirosis yang bergejala berat, pemberian antibiotik disarankan untuk mencegah komplikasi," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya