Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT Jantung Bawaan (PJB) pada bayi sering kali menjadi kekhawatiran besar bagi para orangtua. Namun, kondisi ini sebenarnya dapat dideteksi dan diminimalisasi risikonya sejak masa kehamilan, bahkan sebelum perencanaan kehamilan dimulai.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan, dr. Asmoko Resta Permana, Sp.JP(K) FIHA, menjelaskan bahwa perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Menurut Asmoko, kondisi kesehatan ibu saat mengandung memegang peranan vital. Penyakit metabolik dan infeksi virus menjadi pemicu utama gangguan pembentukan jantung janin.
“Jadi ibunya apakah punya sakit gula, diabetes, kencing manis, ibunya sakit, demam, infeksi virus waktu hamil dengan jenis-jenis kayak toksoplasma, rubella, ibu dan bapaknya atau salah satu merokok, ibunya ada darah tinggi, konsumsi obat-obatan,” kata Asmoko dalam diskusi kesehatan memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan di Jakarta, dikutip Rabu (18/2).
Selain kondisi kesehatan, usia ibu saat hamil juga menjadi faktor penentu.
Kehamilan pada usia 35 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi karena kualitas sel telur yang cenderung menurun.
Selain itu, faktor genetika juga tidak bisa diabaikan. Sekitar 5% hingga 10% orangtua yang memiliki riwayat kelainan jantung bawaan berisiko menurunkan kondisi serupa pada anak mereka.
“Jadi sekitar 5% sampai 10% anaknya juga jadi ada kelainan jantung bawaan, jadi kalau mungkin nanti ya bisa kasih tau saudara-saudaranya jadi kalau lagi 'pendekatan' ya itu ditanya dulu ya,” ujarnya.
Pencegahan PJB dapat dilakukan dengan deteksi dini, bahkan sebelum kehamilan terjadi. Calon orangtua disarankan untuk memeriksakan diri, terutama jika merasakan gejala seperti cepat lelah saat beraktivitas atau terdapat tanda kebiruan (sianosis) pada area mukosa mulut.
Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat diabetes, pengobatan intensif sangat diperlukan karena kadar gula darah yang tinggi dapat mempercepat kelainan pembentukan janin. Asmoko juga mengingatkan agar penggunaan obat-obatan dan paparan radiasi selama hamil harus di bawah pengawasan ketat medis.
“Foto ronsen atau radiasi hati-hati, terutama trimester satu sebisa mungkin dihindari kalau tidak dibutuhkan kecuali atas anjuran dokter memang diperlukan,” tegasnya.
Sebagai langkah perlindungan tambahan, ibu hamil diimbau untuk menjauhi asap rokok dan konsumsi alkohol.
Melakukan skrining janin yang fokus pada perkembangan jantung sangat disarankan agar jika ditemukan kelainan, bayi bisa segera mendapatkan tata laksana medis yang tepat sesaat setelah dilahirkan. (Ant/Z-1)
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved