Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Rahim Buatan di Laboratorium, Ungkap Rahasia Awal Kehamilan

Thalatie K Yani
26/12/2025 12:47
Ilmuwan Berhasil Ciptakan Rahim Buatan di Laboratorium, Ungkap Rahasia Awal Kehamilan
Ilustrasi(freepik)

PARA peneliti berhasil menciptakan replika lapisan rahim manusia di dalam wadah laboratorium (in a dish). Terobosan ini menjanjikan titik terang bagi pemahaman tahap awal kehamilan yang selama ini misterius, serta membantu mengidentifikasi gangguan yang sering menyebabkan keguguran dan komplikasi medis lainnya.

Dalam eksperimen laboratorium tersebut, embrio manusia tahap awal yang didonasikan pasangan setelah menjalani perawatan bayi tabung (IVF), berhasil menempel pada lapisan buatan ini. Embrio tersebut mulai memproduksi senyawa kunci, termasuk hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang biasanya terdeteksi pada alat tes kehamilan (test pack).

Metode ini memungkinkan ilmuwan untuk "menguping" percakapan kimiawi yang terjadi antara embrio dan lapisan rahim saat proses penempelan (implantasi) dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan.

“Sangat luar biasa melihatnya,” kata Dr. Peter Rugg-Gunn, penulis senior studi dari Babraham Institute di Cambridge. “Sebelumnya kita hanya memiliki gambaran sekilas tentang tahap kritis kehamilan ini. Hal ini membuka banyak arah baru bagi kami.”

Meniru Proses Alami

Proses implantasi biasanya terjadi sekitar satu minggu setelah pembuahan. Namun, fase krusial ini sangat sulit diamati secara langsung pada manusia. Sebagian besar pengetahuan medis saat ini masih bergantung pada studi kuno dari prosedur histerektomi yang dilakukan lebih dari setengah abad lalu.

Untuk membangun replika ini, Rugg-Gunn dan tim mengisolasi dua jenis sel dari jaringan rahim donor sehat. Sel stroma untuk penyangga struktural dan sel epitel yang membentuk permukaan lapisan. Keduanya disatukan menggunakan material biodegradable yang disebut hidrogel.

Hasilnya, yang dipublikasikan dalam jurnal Cell, menunjukkan embrio mampu berkembang hingga batas legal penelitian, yakni 14 hari pasca-pembuahan. Selama periode tersebut, peneliti dapat mengamati pembentukan sel khusus yang nantinya akan menjadi plasenta.

Harapan bagi Kesuksesan Bayi Tabung (IVF)

Ilmuwan kini akan menggunakan pendekatan ini untuk menyelidiki mengapa banyak kehamilan gagal di tahap awal. “Kita tahu bahwa setengah dari seluruh embrio gagal menempel (implantasi) dan kita tidak tahu mengapa,” ujar Rugg-Gunn. Menemukan jawaban atas teka-teki ini diyakini akan meningkatkan angka keberhasilan prosedur IVF secara signifikan.

Dalam studi terpisah di jurnal yang sama, peneliti dari Tiongkok juga menciptakan replika serupa dan berhasil mengidentifikasi obat-obatan yang potensial meningkatkan angka implantasi pada pasien yang mengalami kegagalan berulang.

John Aplin, Profesor Kedokteran Reproduksi di University of Manchester, mencatat bahwa selama lebih dari 40 tahun teknologi reproduksi berbantu berkembang, angka implantasi tetap tergolong rendah.

“Tahap awal adalah kunci keberlanjutan kehamilan, namun belum dipahami dengan baik dan sering kali gagal. Pekerjaan ini akan memungkinkan eksplorasi perawatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi implantasi,” pungkas Aplin. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik