Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama ini, proses menempelnya embrio pada dinding rahim dianggap sebagai peristiwa pasif yang mengandalkan keberuntungan. Namun, studi terbaru dari Hebrew University of Jerusalem (HUJI) mengungkapkan fakta mengejutkan: embrio dan rahim terlibat dalam "percakapan" molekuler yang sangat aktif dan terkoordinasi hanya dalam waktu satu jam setelah keduanya bertemu.
Penelitian ini menggunakan model laboratorium untuk memantau pertukaran pesan kimiawi secara real-time. Ilmuwan menemukan bahwa komunikasi ini dimediasi oleh paket membran mikroskopis yang disebut vesikel ekstraseluler (EV). Paket ini bertugas mengantar lemak, metabolit, dan sinyal instruksi antar sel untuk menentukan keberhasilan kehamilan.
Implantasi atau penempelan embrio merupakan fase kritis dalam kehamilan. Agar berhasil, rahim harus berada dalam kondisi reseptif (siap menerima) yang dipicu oleh hormon progesteron dan estrogen. Hormon-hormon ini mengubah sel rahim agar dapat melepaskan vesikel yang berisi instruksi khusus.
"Embrio dan rahim terlibat dalam dialog yang aktif dan sangat terkoordinasi yang dimediasi oleh vesikel ekstraseluler," jelas Dr. Yael Heifetz, penulis studi dari HUJI.
Salah satu temuan menarik adalah perpindahan droplet lemak dari sel rahim ke embrio. Lemak ini berfungsi sebagai sumber energi siap pakai bagi embrio untuk membangun plasenta. Kecepatan adalah kunci; pesan-pesan ini dikirim dan diterjemahkan menjadi protein hampir seketika setelah vesikel memasuki sel penerima.
Banyak kasus gangguan kesuburan terjadi karena kegagalan implantasi tanpa peringatan yang jelas. Hingga kini, klinik fertilitas sering kesulitan menentukan apakah masalah berasal dari embrio atau rahim.
Studi ini menunjukkan lingkungan sekitar sangat memengaruhi kualitas "pesan" dalam vesikel tersebut. Faktor diet, polusi, hingga obat-obatan dapat mengaktifkan reseptor gen tertentu (AhR) yang mengubah aktivitas sel. Tim peneliti menemukan bahwa vesikel dari rahim yang dipersiapkan secara hormonal memperkuat daya tempel embrio, sementara vesikel dari rahim yang tidak siap justru memperlemahnya.
"Droplet lipid muncul sebagai pusat fungsional yang mengintegrasikan input metabolik dan sinyal selama implantasi," tambah Dr. Heifetz.
Meskipun penelitian ini dilakukan in vitro (di luar tubuh manusia), temuan ini membuka peluang besar bagi dunia medis. Di masa depan, dokter mungkin dapat menguji cairan rahim untuk melihat profil molekuler vesikel guna memastikan apakah rahim sudah siap sebelum proses transfer embrio dilakukan.
Memahami detail dialog awal ini diharapkan dapat membantu ilmuwan mendukung proses implantasi secara alami. Khususnya bagi pasien yang mengalami kegagalan kehamilan berulang. (Earth/Z-2)
Kandungan senyawa aktif pada kunyit dipercaya mampu menunjang kesehatan sistem reproduksi, baik bagi pria maupun wanita, selama menjalani program hamil (promil).
Dalam tradisi masyarakat tertentu di Indonesia, telur tembean (telur ayam yang sudah berisi bakal embrio dan dianggap “hampir menetas”) dipercaya sebagai makanan berkhasiat
Pelajari faktor yang memengaruhi daya tahan sperma, termasuk penyimpanan beku dan cara meningkatkan kualitas sperma.
Penjelajah gua temukan artefak kuno diduga digunakan dalam ritual kesuburan di Gua Tlayócoc, Meksiko. Artefak diperkirakan berasal dari era Pascaklasik.
Puasa dapat meningkatkan keseimbangan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, serta mendukung ovulasi yang sehat dengan menurunkan resistensi insulin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved