Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ilmuwan Ungkap 'Percakapan' Embrio dan Rahim Sejak Jam Pertama

Thalatie K Yani
24/12/2025 08:00
Ilmuwan Ungkap 'Percakapan' Embrio dan Rahim Sejak Jam Pertama
Ilustrasi(freepik)

Selama ini, proses menempelnya embrio pada dinding rahim dianggap sebagai peristiwa pasif yang mengandalkan keberuntungan. Namun, studi terbaru dari Hebrew University of Jerusalem (HUJI) mengungkapkan fakta mengejutkan: embrio dan rahim terlibat dalam "percakapan" molekuler yang sangat aktif dan terkoordinasi hanya dalam waktu satu jam setelah keduanya bertemu.

Penelitian ini menggunakan model laboratorium untuk memantau pertukaran pesan kimiawi secara real-time. Ilmuwan menemukan bahwa komunikasi ini dimediasi oleh paket membran mikroskopis yang disebut vesikel ekstraseluler (EV). Paket ini bertugas mengantar lemak, metabolit, dan sinyal instruksi antar sel untuk menentukan keberhasilan kehamilan.

Dialog Molekuler yang Cepat dan Intens

Implantasi atau penempelan embrio merupakan fase kritis dalam kehamilan. Agar berhasil, rahim harus berada dalam kondisi reseptif (siap menerima) yang dipicu oleh hormon progesteron dan estrogen. Hormon-hormon ini mengubah sel rahim agar dapat melepaskan vesikel yang berisi instruksi khusus.

"Embrio dan rahim terlibat dalam dialog yang aktif dan sangat terkoordinasi yang dimediasi oleh vesikel ekstraseluler," jelas Dr. Yael Heifetz, penulis studi dari HUJI.

Salah satu temuan menarik adalah perpindahan droplet lemak dari sel rahim ke embrio. Lemak ini berfungsi sebagai sumber energi siap pakai bagi embrio untuk membangun plasenta. Kecepatan adalah kunci; pesan-pesan ini dikirim dan diterjemahkan menjadi protein hampir seketika setelah vesikel memasuki sel penerima.

Mengapa Implantasi Sering Gagal?

Banyak kasus gangguan kesuburan terjadi karena kegagalan implantasi tanpa peringatan yang jelas. Hingga kini, klinik fertilitas sering kesulitan menentukan apakah masalah berasal dari embrio atau rahim.

Studi ini menunjukkan lingkungan sekitar sangat memengaruhi kualitas "pesan" dalam vesikel tersebut. Faktor diet, polusi, hingga obat-obatan dapat mengaktifkan reseptor gen tertentu (AhR) yang mengubah aktivitas sel. Tim peneliti menemukan bahwa vesikel dari rahim yang dipersiapkan secara hormonal memperkuat daya tempel embrio, sementara vesikel dari rahim yang tidak siap justru memperlemahnya.

"Droplet lipid muncul sebagai pusat fungsional yang mengintegrasikan input metabolik dan sinyal selama implantasi," tambah Dr. Heifetz.

Harapan Baru bagi Pengobatan Fertilitas

Meskipun penelitian ini dilakukan in vitro (di luar tubuh manusia), temuan ini membuka peluang besar bagi dunia medis. Di masa depan, dokter mungkin dapat menguji cairan rahim untuk melihat profil molekuler vesikel guna memastikan apakah rahim sudah siap sebelum proses transfer embrio dilakukan.

Memahami detail dialog awal ini diharapkan dapat membantu ilmuwan mendukung proses implantasi secara alami. Khususnya bagi pasien yang mengalami kegagalan kehamilan berulang. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik