Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi terbaru menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlanjut selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko anak mengalami autisme. Temuan ini dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dan menegaskan pentingnya pemantauan rutin kadar hormon tiroid pada ibu hamil.
Hormon tiroid yang dipasok ibu memiliki peran penting dalam perkembangan sistem saraf janin. Penelitian sebelumnya menunjukkan gangguan pada hormon ini selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan otak dan meningkatkan kemungkinan terjadinya autism spectrum disorder (ASD). Autisme merupakan kondisi kompleks yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta cara seseorang memahami lingkungannya.
Para peneliti menemukan risiko autisme pada anak meningkat ketika ketidakseimbangan hormon tiroid berlangsung terus-menerus dalam beberapa trimester. Sebaliknya, gangguan tiroid yang ditangani dengan baik tidak menunjukkan peningkatan risiko serupa.
“Kami menemukan meskipun disfungsi tiroid kronis yang ditangani dengan cukup baik tidak terkait dengan peningkatan risiko autisme pada keturunan, ketidakseimbangan yang berlangsung selama beberapa trimester justru menunjukkan keterkaitan tersebut,” ujar Idan Menashe, Ph.D., dari Ben-Gurion University of the Negev, Beer Sheva, Israel. “Temuan ini menegaskan perlunya pemantauan rutin dan penyesuaian terapi tepat waktu untuk menjaga kadar hormon tiroid tetap normal sepanjang kehamilan.”
Penelitian ini menganalisis lebih dari 51.000 kelahiran. Hasilnya menunjukkan ibu dengan ketidakseimbangan hormon tiroid yang menetap sepanjang kehamilan memiliki kemungkinan lebih tinggi melahirkan anak dengan autisme.
Para peneliti juga mencatat adanya pola dose-response. Di mana risiko meningkat seiring bertambahnya jumlah trimester yang terdampak gangguan hormon tersebut.
Temuan ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai hubungan antara kesehatan tiroid ibu dan perkembangan neurologis anak. Sekaligus menekankan pentingnya deteksi serta penanganan dini gangguan tiroid selama kehamilan. (Science Daily/Z-2)
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang kurang matang hingga minuman dengan kandungan kafein.
Jo Bo Ah resmi mengumumkan bahwa ia tengah mengandung anak pertamanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved