Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kabar Gembira! Peneliti Kembangkan Plester Pintar untuk Gantikan Suntikan IVF yang Menyakitkan

Thalatie K Yani
26/1/2026 13:34
Kabar Gembira! Peneliti Kembangkan Plester Pintar untuk Gantikan Suntikan IVF yang Menyakitkan
Ilustrasi(freepik)

BAGI banyak pejuang buah hati, menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) adalah perjalanan emosional yang tak terlupakan. Salah satu momen yang paling ditakuti bukanlah prosedurnya, melainkan rutinitas suntikan hormon harian yang harus dilakukan secara mandiri. Bayangan jarum panjang yang harus menembus perut atau bokong setiap hari sering kali menjadi beban mental tersendiri.

Namun, masa depan IVF mungkin tidak lagi identik dengan jarum suntik. Para peneliti di McGill University baru saja merilis laporan mengenai metode pengiriman obat melalui plester tanpa rasa sakit. Inovasi ini menjanjikan proses yang jauh lebih tenang karena sistemnya yang sepenuhnya otomatis.

Cara Kerja Plester Mikroneedle Otomatis

Teknologi ini menggunakan plester yang dilengkapi dengan jarum mikroskopis (microneedles). Penulis utama studi pembuktian konsep ini, Vivienne Tam, PhD, menjelaskan bahwa jarum-jarum ini sangat pendek sehingga tidak akan mencapai reseptor rasa sakit di tubuh.

"Pengiriman obat tersebut nantinya tidak akan menimbulkan rasa sakit," ujar Dr. Tam.

Keunggulan lain dari teknologi ini adalah sistem otomatisasinya. Plester ini diaktifkan oleh cahaya; hormon IVF akan dilepaskan saat plester terpapar cahaya inframerah dekat (near-infrared). Para peneliti membayangkan sebuah lampu LED kecil akan ditempelkan di atas plester dan menyala pada interval waktu yang telah ditentukan untuk menyuntikkan obat secara presisi.

Mengurangi Beban Fisik dan Mental

Otomatisasi ini bertujuan meminimalisir kesalahan manusia (human error) yang sering terjadi saat pasien harus menjadi "perawat" bagi diri mereka sendiri di rumah. Selain itu, masalah memar akibat suntikan harian yang kerap dikeluhkan pasien bisa teratasi.

Dr. Hadi Ramadan, spesialis endokrinologi reproduksi di Boston IVF, menambahkan kenyamanan adalah manfaat utama. "Pasien tidak perlu lagi bepergian membawa obat suntik atau membawanya saat sedang keluar rumah," jelasnya.

Dari sisi psikologis, kemudahan ini sangat krusial. Dr. Rachel Mandelbaum, spesialis fertilitas dari HRC Fertility, menyebutkan bahwa beban emosional sering kali menjadi alasan utama pasien menghentikan perawatan. Fokus pada kenyamanan pasien diyakini dapat meningkatkan peluang keberhasilan program secara keseluruhan.

Masih Butuh Waktu untuk Realisasi

Meski menjanjikan, teknologi revolusioner ini diperkirakan baru bisa digunakan secara luas dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Saat ini, penelitian masih dalam tahap pra-klinis pada tikus, dan uji coba pada manusia serta regulasi medis membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ada beberapa tantangan teknis yang harus diselesaikan, seperti memastikan dosis obat yang terserap melalui jarum pendek ini cukup stabil bagi berbagai jenis kulit dan komposisi tubuh. Selain itu, teknologi plester ini saat ini hanya dirancang untuk fase stimulasi ovarium, bukan untuk fase pasca-transfer embrio yang membutuhkan injeksi hormon ke dalam otot.

Meskipun masih dalam tahap awal, inovasi ini memberikan harapan besar bagi para calon orang tua di masa depan untuk menjalani program bayi tabung dengan lebih nyaman, minim stres, dan bebas dari rasa takut akan jarum suntik. (Parents/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya