Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

BGN Tekankan Prioritas MBG, Ibu Hamil, Menyusui dan Balita sebelum Peserta Didik

M Iqbal Al Machmudi
16/2/2026 10:20
BGN Tekankan Prioritas MBG, Ibu Hamil, Menyusui dan Balita sebelum Peserta Didik
ader Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengantarkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan menyusui di Desa Pengkok, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/rwa.)

BADAN Gizi Nasional (BGN) menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama sasaran program sebelum menyasar peserta didik.

Penegasan ini dinilai penting karena masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan. Pada tahap awal pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdapat mitra yang langsung menjalin kerja sama dengan sekolah. Padahal, ketika dapur SPPG baru dibangun, sasaran pertama yang harus dipastikan ialah kelompok 3B.

"Harus saya tekankan karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan," kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam keterangannya, Senin (16/2).

Sony mengeklaim bahwa Program MBG memiliki keunggulan daripada praktik di banyak negara lain. 

"Lebih dari 77 negara telah melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah. Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B," ungkapnya.

Bahkan, ujar dia,  Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi berupa pengantaran makanan bergizi ke rumah ibu hamil dan ibu menyusui melalui dukungan kader posyandu. 

Hal itu didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, mengingat Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.

"Melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat. Anak-anak di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, mulai memahami bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," ujar dia.

“Mindset Indonesia berubah. Yang tadinya tidak memerhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur yaitu karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik