Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang terus mengingatkan agar para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertanggung jawab, melaksanakan tugas dengan baik, serta mengikuti seluruh SOP dan petunjuk teknis yang berlaku. Salah satu hal yang ditekankan Waka BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi itu adalah system pembagian jam kerja untuk Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan.
“Kepala SPPG harus mengawasi proses memasak di dapur hingga distribusi. Jangan hanya Pengawas Gizi saja yang anda kerjain, anda suruh dia begadang tiap hari di dapur. Justru Kepala SPPG yang harus mengawasi proses memasak sampai distribusi,” kata Nanik saat bertemu dengan para Mitra dan Yayasan serta Para Kepala SPPG se Kabupaten Purwakarta dalam acara Pemberdayaan Pertanian, Perikanan, dan Peternakan, dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Hotel Harper, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, awal pekan ini.
Jam kerja siang adalah jam kerja Pengawas Keuangan. Sebab pekerjaan Pengawas Keuangan berhubungan dengan akuntansi, laporan anggaran belanja harian ke dashboard BGN, serta pengawasan bujet pembelian makanan.
Ketika bahan makanan yang dipasok distributor sampai ke dapur di sore hari, Pengawas Keuangan juga harus berada di dapur bersama Pengawas Gizi yang sudah mulai masuk, bersama Asisten Lapangan, dan Jurutama Masak (Chef).
“Mereka harus mengecek bahan makanan yang datang dengan cermat,” kata Nanik.
Pengawas keuangan harus mengecek harga dan kuitansi pembelian dengan cermat. Pengawas gizi harus mengecek apakah pembelian bahan pangan itu sesuai dengan rencana menu yang mereka siapkan. Lalu, yang paling penting lagi, Pengawas Gizi bersama Jurutama Masak dan Aslap harus mengecek kualitas bahan baku yang dikirimkan oleh distributor.
Mereka harus tegas dalam mensikapi bahan makanan yang dikirimkan oleh distributor, meski bahan makanan yang dikirimkan distributor itu telah direkomendasikan oleh Mitra atau Yayasan. Sebab, proses penerimaan dan pengecekan bahan baku makanan adalah titik kritis yang harus diwaspadai.
“Kalau dari awal sudah ketahuan kualitasnya jelek, tidak segar, bau, jangan takut untuk menolak. Jangan takut sama mitra. Minta distributor untuk segera mengganti dengan bahan makanan yang baru dan lebih baik kualitasnya. Kalau ada mitra yang mengintervensi, laporkan saya. Akan saya suspend,” kata Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk pelaksanaan Program MBG itu.
Setelah pengecekan bahan makanan selesai, dan diketahui bahwa bahan makanan yang masuk dalam kondisi baik, Pengawas Gizi kemudian mengarahkan penyiapan bahan makanan sebelum dimasak. Tugas persiapan bahan makanan bisa diawasi Asisten Lapangan dan Jurutama Masak, sementara Pengawas Gizi dapat beristirahat terlebih dahulu.
Pengawas Gizi kembali bertugas di dapur ketika proses masak akan dimulai sekitar pukul 12 malam hingga pukul 2 dini hari. Setelah itu, Kepala SPPG memulai tugasnya dalam mengawasi proses memasak, proses pemorsian, hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah keesokan harinya.
“Jadi Kepala SPPG harus mengawasi proses masak hingga distribusi,” kata Nanik pula.
Keesokan harinya, setelah istirahat sejenak, sekitar pukul 10 pagi, Kepala SPPG diperintahkan untuk datang dan bersilaturahmi ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Mereka bisa meminta umpan balik sekolah tentang menu MBG, memberikan edukasi gizi bersama guru, menanyakan kebutuhan sekolah, dan datang ke Posyandu.
“Nggak usah setiap hari, dua hari sekali juga nggak papa. Tapi datanglah untuk bersilaturahmi. Jangan terulang kejadian di Madura, yang ternyata sekolah itu nggak ada muridnya,” ujar Nanik.
Karena pengelola SPPG lebih banyak bekerja pada malam dan dini hari. Nanik kemudian menekankan kepada Mitra dan Yayasan untuk menyediakan kamar tempat istirahat di setiap SPPG untuk Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, dan para relawan dapur.
“Mitra wajib menyediakan kamar tempat istirahat untuk mereka. Bikin yang baik, pakai AC. Jangan kayak gudang,” ujarnya pula. (Z-4)
Kepala BGN Dadan Hindayana, mengatakan sudah menegur pria yang berjoget di sebuah SPPG sembari menunjukkan insentif sebesar Rp6 juta. Ia minta pria yang viral itu minta maaf ke publik
Video pria joget di dapur MBG viral. BGN beri teguran keras dan bekukan SPPG karena tak sesuai standar dan tanpa APD.
Hingga saat ini, BGN belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis (juknis) terkait penyaluran program MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh.
BGN liburkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Idul Fitri 2026. Simak jadwal terbaru dan langkah BGN gandeng Kejagung awasi anggaran Rp5 triliun.
BGN selidiki dugaan keracunan 7 warga di Nabire usai konsumsi Makan Bergizi Gratis. Sampel dikirim ke Jayapura, SOP dapur diperketat.
Badan Gizi Nasional bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia meluncurkan program e-learning penyusunan laporan keuangan serta aplikasi pelaporan keuangan SPPG.
Pemerintah berencana mengurangi hari operasional program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari. Menkeu Purbaya memastikan efisiensi tanpa mengurangi kualitas.
Penghentian sementara operasional MBG ini merupakan bagian dari manajemen strategis agar distribusi tetap tepat sasaran.
BGN tutup 62 Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) karena sajikan menu tak sesuai anggaran selama Ramadan 2026. Simak sanksi dan kronologinya di sini.
BGN selidiki dugaan keracunan 7 warga di Nabire usai konsumsi Makan Bergizi Gratis. Sampel dikirim ke Jayapura, SOP dapur diperketat.
Badan Gizi Nasional bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia meluncurkan program e-learning penyusunan laporan keuangan serta aplikasi pelaporan keuangan SPPG.
Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved