Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

BGN Wajibkan SPPG Punya Medsos demi Transparansi Program MBG

 Gana Buana
06/3/2026 19:38
BGN Wajibkan SPPG Punya Medsos demi Transparansi Program MBG
BGN mewajibkan 45.000 akun medsos SPPG unggah menu & harga Makan Bergizi Gratis setiap hari.(Antara)

BADAN Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki media sosial resmi di platform Facebook, Instagram, dan TikTok. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat turut mengawasi jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung dan transparan.

"Setiap hari siapa yang mengevaluasi? Masyarakat langsung, karena kami setiap hari sudah perintahkan seluruh kepala SPPG membuat media sosial yang sudah kami tentukan," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dalam sebuah siniar di Jakarta, Jumat (6/3).

Transparansi Menu dan Kualitas Gizi

Sony mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 45.000 akun media sosial milik SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Akun-akun tersebut berfungsi sebagai sarana evaluasi publik, mulai dari aspek menu, kualitas gizi, hingga rincian harga yang digunakan.

Setiap SPPG wajib menayangkan menu harian mereka. Selain itu, pada setiap kemasan makanan juga wajib dicantumkan keterangan gizi dan harga sebagai bentuk akuntabilitas publik.

"Kalau diwajibkan mengunggah ke media sosial, setidaknya ada efek malu (jika kualitas rendah). Kami juga melaksanakan evaluasi per kabupaten agar tidak ada lagi menu minimalis, seperti semangka 'kipas angin' yang dipotong terlalu tipis," tegasnya.

Waspada Modus Penipuan Pembangunan Dapur

Selain fokus pada transparansi layanan, BGN juga menaruh perhatian serius pada integritas mitra. Sony memperingatkan adanya modus oknum yang berpura-pura tertipu dalam proses pembangunan dapur pelayanan MBG untuk mendapatkan verifikasi cepat dari sistem BGN.

Ia menekankan pentingnya laporan resmi ke kepolisian jika memang terjadi penipuan nyata. Menurutnya, kerugian akibat penipuan ini bisa mencapai Rp100 juta per orang.

"Kalau dia tidak mau jawab siapa penipunya, maka sudah tentu itu hanya modus. Namun, bagi yang benar-benar ditipu, laporan polisinya sudah diterima dan identitas pelakunya akan segera terungkap," tambah Sony.

Saat ini, BGN secara resmi telah menutup pendaftaran SPPG baru karena kuota layanan telah terpenuhi. Hingga Maret 2026, tercatat sudah ada lebih dari 24.000 SPPG yang telah berdiri dan siap melayani kebutuhan gizi masyarakat di seluruh Indonesia. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya