Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki media sosial resmi di platform Facebook, Instagram, dan TikTok. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat turut mengawasi jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara langsung dan transparan.
"Setiap hari siapa yang mengevaluasi? Masyarakat langsung, karena kami setiap hari sudah perintahkan seluruh kepala SPPG membuat media sosial yang sudah kami tentukan," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dalam sebuah siniar di Jakarta, Jumat (6/3).
Sony mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia sekitar 45.000 akun media sosial milik SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Akun-akun tersebut berfungsi sebagai sarana evaluasi publik, mulai dari aspek menu, kualitas gizi, hingga rincian harga yang digunakan.
Setiap SPPG wajib menayangkan menu harian mereka. Selain itu, pada setiap kemasan makanan juga wajib dicantumkan keterangan gizi dan harga sebagai bentuk akuntabilitas publik.
"Kalau diwajibkan mengunggah ke media sosial, setidaknya ada efek malu (jika kualitas rendah). Kami juga melaksanakan evaluasi per kabupaten agar tidak ada lagi menu minimalis, seperti semangka 'kipas angin' yang dipotong terlalu tipis," tegasnya.
Selain fokus pada transparansi layanan, BGN juga menaruh perhatian serius pada integritas mitra. Sony memperingatkan adanya modus oknum yang berpura-pura tertipu dalam proses pembangunan dapur pelayanan MBG untuk mendapatkan verifikasi cepat dari sistem BGN.
Ia menekankan pentingnya laporan resmi ke kepolisian jika memang terjadi penipuan nyata. Menurutnya, kerugian akibat penipuan ini bisa mencapai Rp100 juta per orang.
"Kalau dia tidak mau jawab siapa penipunya, maka sudah tentu itu hanya modus. Namun, bagi yang benar-benar ditipu, laporan polisinya sudah diterima dan identitas pelakunya akan segera terungkap," tambah Sony.
Saat ini, BGN secara resmi telah menutup pendaftaran SPPG baru karena kuota layanan telah terpenuhi. Hingga Maret 2026, tercatat sudah ada lebih dari 24.000 SPPG yang telah berdiri dan siap melayani kebutuhan gizi masyarakat di seluruh Indonesia. (Z-10)
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup pendaftaran mitra Program Makan Bergizi Gratis. Waspadai modus jual beli titik SPPG hingga ratusan juta rupiah!
Kasus ini menjadi perhatian serius karena bertentangan dengan nilai integritas dan tanggung jawab moral yang harus dimiliki oleh setiap pelaksana program pemerintah.
KPK memetakan potensi korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai muncul dugaan mark up bahan baku dapur SPPG.
Hingga saat ini mega proyek MBG ini sudah berjalan 1 tahun 2 bulan. Dan target penerima manfaatnya 82,9 juta yang terdiri dari ibu hamil, menyusui, anak balita.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved