Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat, Namun, saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, aktivitas fisik memerlukan penyesuaian khusus.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri dalam berolahraga demi menjaga keselamatan tubuh.
Dalam sebuah temu media daring di Jakarta, dikutip Jumat (20/2), Risky menekankan bahwa meski puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak, memaksakan intensitas yang berlebihan justru dapat berdampak buruk.
"Olahraga itu bukan salah satu aktivitas yang harus dihindari pada waktu berpuasa, tapi, memang kalau kita memaksakan diri itu tidak bagus," ujar Risky.
Menurut Risky, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang tidak perlu memaksakan diri untuk berolahraga berat atau harus sangat berhati-hati dalam melakukannya.
Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Bagi kelompok ini, perhatian utama harus tertuju pada keseimbangan antara asupan gizi, tingkat aktivitas fisik, dan durasi olahraga.
Khusus bagi ibu hamil dan menyusui, pilihan untuk berpuasa bersifat opsional, sehingga aktivitas fisik yang dilakukan pun wajib disesuaikan dengan kondisi fisik agar tidak menimbulkan risiko bagi ibu maupun buah hati.
Bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi, Risky menyarankan untuk melakukan diskusi mendalam dengan dokter sebelum memulai rutin olahraga saat Ramadan. Hal ini penting untuk mendapatkan rekomendasi jenis latihan yang aman dan tepat.
Meski harus hati-hati, aktivitas fisik bagi penderita komorbid tetap diperlukan sebagai bagian dari manajemen penyakit mereka.
"Mereka (penderita komorbid) harus tetap melakukan latihan fisik sebagai bagian dari terapi mereka karena tidak cuma obat. Mungkin ada beberapa yang melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk mengatur kondisi penyakit yang sedang diderita, jadi harus hati-hati," tambahnya.
Prinsip utama berolahraga di bulan Ramadan adalah mempertahankan tingkat kebugaran, bukan waktu yang tepat untuk mencapai target fisik yang ekstrem.
Bagi individu yang belum pernah melakukan latihan fisik rutin sebelum Ramadan, sangat disarankan untuk tidak menetapkan target yang terlalu berat, seperti penurunan berat badan yang drastis.
Ia memberikan ilustrasi mengenai atlet atau pegiat olahraga yang sedang dalam masa persiapan kompetisi.
Menurutnya, Ramadan bukanlah momentum untuk memforsir kemampuan fisik hingga batas maksimal.
"Misalnya kita sedang ada dalam program latihan untuk maraton. Ini bukan waktu yang tepat untuk mencapai performa puncak," tutup Risky.
Fokus utama selama bulan suci ini adalah membangun kebiasaan baru yang bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang tanpa mengabaikan kondisi fisik yang sedang berpuasa. (Ant/Z-1)
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved