Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Airlangga Risky Dwi Rahayu menyarankan para ibu hamil untuk melakukan skrining kehamilan terlebih dahulu sebelum memutuskan berolahraga di bulan puasa.
"Ibu hamil memang bisa berolahraga, tapi sebenarnya harus melalui skrining dulu karena ada beberapa kontra indikasi untuk melakukan latihan fisik. Pada ibu hamil yang ditemui kadang ternyata kehamilannya berisiko," kata Risky, dikutip Selasa (11/3).
Risky menekankan pentingnya melakukan skrining bersama dokter agar dapat mengetahui risiko kehamilan sejak awal, sehingga dapat menghindari hal-hal yang berbahaya bagi ibu dan janin selama beraktivitas fisik.
Apabila sudah tidak ditemukan hambatan atau kontra indikasi untuk latihan, ibu dapat melanjutkan olahraga dengan intensitas yang dijaga sebelum masa kehamilan.
Selanjutnya, bagi ibu hamil yang belum pernah berlatih dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk menemukan rekomendasi dari jenis olahraga dan durasi yang tepat untuk berolahraga.
"Jika sudah biasa latihan juga sebelum hamil dan juga sebelum Ramadan, menurut saya, itu bisa dilanjutkan dengan intensitas yang mungkin
dijaga tetap sama atau bisa diturunkan," kata dia.
Risky menilai tidak ada rekomendasi ataupun perbedaan bagi ibu hamil dan wanita lain pada umumnya. Namun, kondisi kehamilan terkadang membuat ibu lebih mudah lelah dan lemas. Dikhawatirkan ibu yang berpuasa akan semakin kelelahan.
"Jadi, menurut saya, dalam hal waktu melakukan latihannya, itu tetap memilih yang sudah sebelumnya. Menurut saya, setelah buka puasa.
Jadi, setelah buka puasa lebih baik untuk waktunya. Kalau untuk jenisnya, menurut saya harus disesuaikan dengan apa yang sudah biasa dilakukan sebelum Ramadhan," katanya.
Terkait intensitas olahraganya, ia menyarankan agar ibu hamil tetap menjaga ritme seperti sebelumnya atau diturunkan. Pastikan intensitas
berolahraga yang dijalani tidak berdampak pada kehamilan.
Ia turut menekankan keluarga perlu memastikan keamanan ibu hamil selama berolahraga sambil menjalankan puasa. (Ant/Z-1)
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved