Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada Diet Tinggi Gula dan Garam Saat Puasa, Bisa Picu Masalah Kulit

Basuki Eka Purnama
20/3/2026 09:31
Waspada Diet Tinggi Gula dan Garam Saat Puasa, Bisa Picu Masalah Kulit
Ilustrasi(Freepik)

MENJAGA kesehatan kulit selama bulan Ramadan memerlukan perhatian ekstra, terutama terkait pola makan saat berbuka dan sahur. 

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE, mengingatkan bahwa konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.

Menurut Fitria, asupan garam dan gula yang berlebihan dapat menarik cairan dari dalam sel. Kondisi ini memicu fenomena yang disebut dengan multi-layer hydration loss atau hilangnya hidrasi di berbagai lapisan kulit.

"Mengonsumsi diet tinggi garam dan tinggi gula itu akan membuat sel tuh kehilangan air, jadi lebih kering, skin barrier-nya juga terganggu," ujar lulusan Universitas Indonesia tersebut dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.

Ancaman Jerawat di Pekan Awal Puasa

Masalah kulit, terutama jerawat, sering kali muncul pada pekan pertama atau pertengahan pekan kedua Ramadan. 

Hal ini terjadi karena tubuh masih berada dalam fase adaptasi terhadap perubahan pola makan dan minum yang berdampak langsung pada level hidrasi tubuh.

Ketika tubuh kekurangan cairan, lapisan pelindung kulit (skin barrier) akan terganggu. 

Kondisi ini tidak hanya membuat kulit kering, tetapi juga merusak keseimbangan mikrobioma atau mikroorganisme alami pada permukaan kulit. Jika terjadi ketidakseimbangan atau disbiosis, maka jerawat dan masalah kulit lainnya akan lebih mudah muncul.

Selain jerawat, Fitria memaparkan bahwa gangguan skin barrier juga dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya. 

"Enggak cuma jerawat, bisa lain yang dasarnya inflamasi, misalnya pada dermatitis atopik yang memang flare up-nya di wajah, atau rosacea, kondisi yang menyerupai jerawat, atau kondisi psoriasis," tambahnya.

Efek Gorengan Terhadap Kelenjar Minyak

Selain gula dan garam, gorengan menjadi tantangan tersendiri selama berpuasa. Kandungan tepung pada gorengan termasuk karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi yang mampu memicu lonjakan insulin.

"Karbohidrat olahan seperti tepung itu akan membuat insulin peak-nya tuh tinggi pada saat kita buka puasa, akan berpengaruh terhadap kadar IGF-1, akan berpengaruh terhadap kerja dari sebosit, kelenjar minyak, menghasilkan minyak lebih banyak," jelas Fitria.

Kandungan minyak pada gorengan juga disinyalir memengaruhi hormon androgen, yang berperan besar dalam meningkatkan aktivitas kelenjar minyak (sebosit). Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gorengan. 

"Bukan enggak boleh buka puasa pakai gorengan, tapi jangan banyak-banyak, diusahakan gorengannya dikeringin dulu," pesannya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas sehari, yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur, serta memilih nutrisi seimbang guna menjaga kesehatan kulit dari dalam. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik