Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tan Shot Yen mengatakan terlalu banyak mengonsumsi oralit dalam situasi normal dapat menyebabkan tubuh kelebihan gula dan garam, yang disebut dengan hipernatremi dan hiperglikemi.
"Jangan lupa bahwa oralit itu mengandung natrium, mengandung gula. Kalau Anda mengonsumsi itu dalam situasi normal, ada resiko Anda akan mengalami yang namanya hipernatremi atau hiperglikemik, terutama bagi kalian yang mempunyai masalah kesehatan, terutama pada orang diabetes," ucapnya, dikutip Rabu (5/4).
Edukator kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu mengatakan berpuasa tidak akan membuat seseorang kekurangan gula dan garam jika sahur dengan makanan gizi seimbang.
Baca juga: IDI Ungkap Fakta soal Minum Oralit saat Sahur
Gizi seimbang yang dimaksud adalah ketika makan terdapat sayur dan buah, lalu ada makanan pokok dan lauk pauk. Jika sudah memenuhi panduan tersebut, kebutuhan gula dan garam sudah terpenuhi, terlebih jika kebutuhan air minum juga tercukupi, sehingga oralit tidak dibutuhkan dalam kondisi seperti ini.
Justru, kelebihan garam akibat konsumsi oralit berlebihan akan menambah beban pada ginjal dan bisa membuat puasa tidak nyaman karena ada rasa mual.
"Hipernatremi itu akan membuat Anda justru akan lebih mudah haus itu yang repot, ditambah itu akan menambah beban bagi ginjal karena natrium jadi kegedean dan salah satu cirinya Anda akan merasa mual, jadi alih-alih puasa menjadi lancar rasanya jadi makin enggak nyaman," ucapnya.
Baca juga: Oralit Bantu Cegah Haus Saat Puasa, Fakta atau Mitos?
Sampai saat ini, ia mengatakan belum ada penelitian yang membuktikan bahwa oralit dapat mencegah rasa haus yang dialami saat berpuasa. Karena, rasa haus akibat puasa adalah dehidrasi yang ringan, sedangkan kebutuhan konsumsi oralit adalah jika pada situasi dehidrasi akut akibat penyakit seperti diare berat yang mengeluarkan banyak cairan dan elektrolit.
Tan menambahkan untuk meminimalisir rasa haus saat berpuasa adalah perbanyak minum air mineral pada saat sahur dan berbuka karena air mineral merupakan rehidrator paling baik yang dapat dengan mudah diserap tubuh.
"Yang pertama tentu saja air, Air adalah pelarut atau rehidrator yang paling utama maka itu disunnahkan nabi, air membuat tubuh manusia dapat menyerap dengan baik. Usahakan untuk berbuka puasa dan takjil Anda mengikutsertakan air mineral," jelasnya.
Seseorang yang memiliki penyakit seperti GERD, rematik, autoimun maupun hipertensi dan diabetes, kondisinya dapat membaik selama menjalankan puasa.
Hal itu karena dapat menahan godaan dari makan sembarangan atau ngemil, dengan catatan tetap mengonsumsi obat dan mengontrol gula darah serta konsultasi dengan dokter.
"Jadi yang punya penyakit kronis yang tidak berat maka dengan melakukan pembatasan makanan dan tidak ngemil tensinya akan membaik dengan catatan tidak lepas obat, catat tensinya dan gula darah secara rutin dan beritahu ke dokter," pungkasnya. (Ant/Z-1)
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Oralit ialah suatu cairan yang memiliki komposisi gula dan garam yang cukup tinggi sehingga diperuntukkan hanya untuk orang-orang yang mengalami dehidrasi akut.
Konsumsi oralit itu disarankan saat sahur, sehingga tubuh terhindar dari haus, jadi perdebatan warga net
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi tidak menganjurkan mengonsumsi oralit jika tidak dibutuhkan karena kondisi medis tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved