Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI kalangan Gen Z, fenomena rasa lapar yang muncul hanya selang beberapa jam setelah sahur sering menjadi topik hangat di media sosial. Namun, rasa lapar tersebut ternyata bukan melulu soal porsi makan yang kurang, melainkan indikasi ada yang keliru dengan kualitas asupan gizi.
Pakar Gizi Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Resa Ana Dina, SKM, MEpid, menjelaskan bahwa rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
"Rasa lapar bukan hanya ditentukan oleh seberapa banyak kita makan, tetapi lebih kepada apa yang kita makan dan bagaimana tubuh mengelola energi dari makanan tersebut," ujarnya.
Menurut Resa, konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan, seperti nasi putih, roti manis, atau minuman tinggi gula, menjadi pemicu utama. Jenis makanan ini menyebabkan kadar gula darah naik dan turun dengan cepat (sugar spike), yang justru memicu rasa lapar lebih awal.
Selain faktor makanan, kondisi dehidrasi ringan dan kualitas tidur yang buruk turut berperan meningkatkan hormon lapar serta menurunkan hormon kenyang dalam tubuh.
Agar energi bertahan hingga waktu berbuka, Resa membagikan tiga komponen gizi utama yang wajib ada dalam piring sahur:
"Jika disederhanakan, kombinasi protein, serat, dan karbohidrat kompleks adalah kunci kenyang lebih lama," tambahnya.
Resa menekankan pentingnya pola makan seimbang sesuai prinsip Isi Piringku. Dalam satu porsi, setengah bagian piring sebaiknya diisi sayur dan buah, sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk-pauk.
Ia menegaskan, "Sahur ideal itu bukan 'banyak', tetapi lengkap dan seimbang."
Selain komposisi, kebiasaan buruk yang perlu dihindari saat sahur adalah konsumsi teh atau kopi berlebihan serta makanan yang terlalu manis. Saat berbuka pun, masyarakat disarankan tidak langsung "balas dendam" dengan makan berlebihan atau hanya mengandalkan gorengan.
Strategi makan bertahap dinilai jauh lebih efektif. Berbuka sebaiknya diawali dengan air putih dan buah atau kurma, baru kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang.
"Lapar ringan saat puasa itu normal. Yang perlu diwaspadai adalah jika tubuh terasa sangat lemas dan tidak bertenaga," pungkas Resa.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum memperbaiki gaya hidup dan kualitas ibadah secara berkelanjutan. (Z-1)
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
Program ini diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada 48 anak yatim dari Rumah Tahfidz Quran Yatim Rahman, serta pembagian paket sembako kepada 113 masyarakat.
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Istanbul dan Bursa menyuguhkan perpaduan unik antara refleksi keagamaan, warisan budaya, dan tradisi berabad-abad yang tetap terjaga hingga kini.
Hormon GLP-1 memiliki peran penting dalam tubuh yang berdampak pada kadar gula darah, rasa lapar, dan produksi insulin.
SAAT berada di masa sulit, sejumlah orang memilih meminta bantuan. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh putra dari musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Dul Jaelani.
Berbeda dengan lapar fisik, lapar emosi datang secara mendadak dan sering kali dipicu oleh perasaan tertentu, baik yang positif maupun negatif.
Kandungan nutrisi dalam lemon dapat membantu tingkatkan rasa kenyang sehingga nafsu makan dapat berkurang dan kamu tidak mudah merasa lapar.
Menurunkan berat badan sering kali dianggap sebagai tugas yang sulit dan membutuhkan banyak usaha. Diet ketat dan olahraga berat sering menjadi solusi yang paling banyak dipilih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved