Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Memasuki Lorong Waktu, Merayakan Ramadan di Istanbul dan Bursa

Basuki Eka Purnama
16/3/2026 12:15
Memasuki Lorong Waktu, Merayakan Ramadan di Istanbul dan Bursa
Grand Bazaar Istanbul(MI/HO)

ISTANBUL dan Bursa kembali menawarkan pesona spiritualitas yang mendalam bagi para wisatawan selama bulan suci Ramadan. Kedua kota bersejarah di Turki ini menyuguhkan perpaduan unik antara refleksi keagamaan, warisan budaya, dan tradisi berabad-abad yang tetap terjaga hingga kini.

Harmoni Tradisi di Istanbul

Ramadan di Istanbul ditandai dengan pemandangan ikonik lampu mahya, pesan cahaya yang dipasang di antara menara masjid, yang menyinari langit malam dengan pesan perdamaian. 

Suasana kota kian hidup melalui dentuman ritmis genderang Ramadan yang membangunkan warga untuk sahur, serta suara tembakan meriam yang menandai waktu berbuka puasa.

Bagi pengunjung, beberapa situs suci peninggalan Kesultanan Utsmaniyah menjadi destinasi utama, di antaranya:

  • Masjid Eyüp Sultan: Tempat peristirahatan terakhir sahabat Nabi Muhammad, Khalid bin Zeyd Abu Eyyub El-Ansari.
  • Masjid Sultanahmet (Blue Mosque) dan Masjid Süleymaniye.

Pengalaman kuliner menjadi pelengkap yang tak terlupakan. Warga dan wisatawan kerap berkumpul di alun-alun publik seperti Sultanahmet untuk menikmati kurma, zaitun, dan hidangan khas seperti güllas, pencuci mulut beraroma air mawar yang hanya populer selama Ramadan.

700 Tahun Warisan Bursa

Hanya beberapa jam dari Istanbul, Kota Bursa menawarkan perspektif sejarah yang berbeda sebagai ibu kota pertama Kesultanan Utsmaniyah. 

Tahun ini menjadi momentum istimewa karena Bursa memperingati 700 tahun sejak kota ini dikuasai oleh Utsmaniyah pada 1326.

Saksi bisu kemegahan arsitektur Bursa dapat dilihat pada:

  • Masjid Ulu (Ulu Camii): Memiliki 20 kubah dan kaligrafi rumit pada 192 panel interior.
  • Masjid Hijau (Yesil Camii) Terkenal dengan seni ubin Ottoman yang memukau dan mihrabnya yang menjulang tinggi.

Selain wisata religi, Bursa juga menawarkan ketenangan alam melalui kereta gantung menuju Gunung Uludag serta pemandian air panas Oylat Hot Springs. Desa-desa autentik seperti Gölyazi dan Tirilye mengundang wisatawan untuk menikmati keramahan lokal di bawah pohon platanus berusia ratusan tahun.

Puncak Kemenangan di Hari Raya

Seluruh rangkaian ibadah ini akan ditutup dengan perayaan Idulf Ftri. Di Istanbul, suasana lebaran terasa semarak di pasar-pasar yang ramai dan masjid bersejarah, saat warga saling bertukar manisan dan mengenakan pakaian terbaik mereka. 

Sementara di Bursa, perayaan berlangsung khidmat di tengah atmosfer arsitektur kuno, menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang telah berlangsung selama tujuh abad. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya