Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polisi Turki Amankan 115 Terduga Anggota ISIS, Gagalkan Rencana Teror Natal dan Tahun Baru

Thalatie K Yani
26/12/2025 05:28
Polisi Turki Amankan 115 Terduga Anggota ISIS, Gagalkan Rencana Teror Natal dan Tahun Baru
Kepolisian Turki menangkap 115 terduga anggota ISIS dalam penggerebekan serentak. Para tersangka diduga berencana menyerang perayaan Natal dan Tahun Baru.(Media Sosial X)

KEPOLISIAN Turki berhasil menggagalkan rencana serangan teroris yang menargetkan perayaan Natal dan Tahun Baru. Dalam operasi terkoordinasi di seluruh penjuru negeri, pihak berwenang mengamankan sedikitnya 115 orang yang diduga kuat sebagai anggota kelompok militan ISIS.

Kantor Kejaksaan Istanbul menyatakan surat perintah penangkapan telah diterbitkan untuk total 137 tersangka. Langkah ini diambil setelah tim penyelidik menemukan indikasi para simpatisan ISIS tengah merancang serangan teror di Turki selama masa libur akhir tahun.

"Ditemukan informasi bahwa Organisasi Teroris Bersenjata ISIS berencana melakukan aksi yang menargetkan negara kami, khususnya individu non-Muslim, dalam rangka acara Natal dan Tahun Baru mendatang," bunyi pernyataan resmi Kejaksaan Istanbul pada Kamis waktu setempat.

Pihak kejaksaan menambahkan para tersangka diketahui memiliki hubungan dengan sel-sel aktif di zona konflik. "Mereka menjalin kontak dengan zona konflik dalam lingkup kegiatan organisasi teroris," tambah pernyataan tersebut.

Penggerebekan Serentak di Ratusan Lokasi

Dalam operasi besar-besaran ini, polisi menyerbu 124 alamat secara simultan. Selain menangkap 115 orang, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api jenis pistol, amunisi, serta dokumen-dokumen yang disebut pihak berwenang sebagai dokumen organisasi. Hingga saat ini, pengejaran terhadap 22 tersangka lainnya masih terus dilakukan.

Operasi keamanan berskala besar ini bukanlah hal baru bagi Turki. Pihak berwenang rutin memperketat pengamanan menjelang perayaan akhir tahun sejak tragedi serangan klub malam Reina di Istanbul pada tahun 2017. Kala itu, serangan ISIS saat pesta Tahun Baru menewaskan puluhan orang.

Tekanan Global Terhadap ISIS

Langkah tegas Turki ini menyusul operasi intelijen dua hari sebelumnya di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Dalam operasi tersebut, seorang warga negara Turki yang diduga memegang peran senior di sayap regional ISIS ditangkap atas tuduhan merencanakan serangan terhadap warga sipil.

Ancaman ISIS memang masih menjadi perhatian serius bagi Turki, yang berbagi perbatasan sepanjang 900 km dengan Suriah. Di Suriah sendiri, sisa-sisa kekuatan kelompok ini masih beroperasi di beberapa wilayah. Presiden Suriah saat ini, Ahmed al-Sharaa, bahkan telah berjanji untuk bekerja sama dengan pihak internasional guna memberantas elemen ISIS yang masih bertahan.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat baru-baru ini juga meluncurkan serangan udara terhadap posisi ISIS di Suriah sebagai balasan atas tewasnya dua tentara dan seorang penerjemah AS dalam penyergapan awal bulan ini. Rentetan operasi ini menunjukkan bahwa meski wilayah kekuasaannya telah runtuh, ancaman sel tidur ISIS tetap diwaspadai oleh berbagai negara. (CNN/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik