Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Potongan Kerak Bumi Tenggelam di Bawah Turki, Sebabkan Cekungan Makin Dalam

N Apuan Iskandar
17/1/2026 10:59
Potongan Kerak Bumi Tenggelam di Bawah Turki, Sebabkan Cekungan Makin Dalam
Ilustrasi permukaan lapisan mantel bumi(Julia Andersen / University of Toronto)

PARA ilmuwan geologi menemukan fenomena geologis unik di Cekungan Konya, Turki bagian tengah, yang menunjukkan sebagian kerak Bumi perlahan-lahan ‘tenggelam’ ke dalam lapisan lebih dalam, menyebabkan cekungan tersebut semakin dalam meskipun wilayah sekitar justru semakin terangkat. 

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menyebutkan fenomena ini sebagai lithospheric dripping, yaitu ketika bagian bawah kerak dan material batuan yang sangat padat terlepas dan turun secara perlahan ke dalam mantel Bumi, lapisan yang lebih dalam dan lebih plastis akibat tarikan gravitasi dan ketidakseimbangan kepadatan di bawah permukaan.

Menurut ahli geosains dari University of Toronto, proses ini bukan aktivitas biasa dari pergerakan patahan atau gempa. 

Menggunakan kombinasi data satelit InSAR, pengukuran GPS darat, pencitraan seismik, dan eksperimen laboratorium, tim peneliti mengungkap bahwa material kerak yang semakin berat di bawah cekungan cepat mencapai batas stabilitasnya dan kemudian “menetes” ke bawah sambil menarik bagian permukaan tanah. 

Menurut peneliti utama Julia Andersen data satelit menunjukkan pola melingkar di Cekungan Konya yang konsisten dengan penurunan kerak. Pola ini selaras dengan data seismik yang menunjukkan anomali di mantel atas area yang lebih padat tepat di bawah area cekungan sehingga mendukung adanya proses dripping.

Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama. Central Anatolian Plateau yang merupakan  wilayah dataran tinggi di sekitarnya  telah terangkat hingga sekitar satu kilometer selama jutaan tahun terakhir, sementara cekungan di tengah terus mengalami subsiden (penurunan tanah) akibat fenomena dripping. 

Para peneliti juga melakukan simulasi di laboratorium menggunakan bahan yang merepresentasikan mantel dan kerak untuk melihat bagaimana material yang lebih padat mulai turun dan memicu deformasi di permukaan yang memperlihatkan proses geologi kompleks yang terjadi dalam skala waktu jutaan tahun. 

Temuan ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang dinamika internal Bumi di wilayah tektonik aktif seperti Turki, tetapi juga memberikan pemahaman lebih jauh tentang bagaimana struktur permukaan Bumi dapat berubah melalui proses geologi yang tidak kasat mata. (Z-1)

Sumber: Phys.org, Daily Galaxy, Earth.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya