Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Mars "Si Petarung Tangguh": Gravitasinya Ternyata Kunci Stabilitas Iklim Bumi

Thalatie K Yani
16/1/2026 06:12
Mars
Simulasi terbaru mengungkap gravitasi Mars berperan vital dalam menstabilkan kemiringan sumbu Bumi dan mengatur siklus iklim jangka panjang (Milankovitch).(NASA)

SELAMA ini, Venus dan Jupiter dianggap sebagai "pemain utama" yang memengaruhi orbit Bumi melalui gravitasi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan Mars memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dari dugaan sebelumnya. Simulasi komputer mengungkap Planet Merah tersebut berperan penting dalam mengatur kemiringan dan orbit Bumi, yang berdampak pada siklus iklim selama ratusan ribu hingga jutaan tahun.

Ilmuwan telah lama mengetahui iklim jangka panjang Bumi diatur Siklus Milankovitch, variasi orbit dan kemiringan planet akibat tarikan gravitasi benda langit lain. Meski massanya jauh lebih kecil dari Jupiter, posisi Mars yang berada lebih jauh dari Matahari membuatnya mampu memberikan pengaruh gravitasi yang signifikan terhadap Bumi.

Melampaui Ekspektasi

Stephen Kane dari University of California, Riverside, awalnya menduga pengaruh Mars akan sangat kecil sehingga sulit diamati dalam sejarah geologi Bumi. Namun, hasil simulasi bersama tim dari Inggris dan Australia mematahkan asumsi tersebut.

"Saya tahu Mars memiliki pengaruh pada Bumi, tetapi saya berasumsi itu sangat kecil," kata Kane dalam pernyataannya. "Ternyata, Mars bertindak melampaui bobot massanya (punching above its weight)."

Dalam simulasi tersebut, peneliti mencoba "menghilangkan" Mars dari tata surya. Hasilnya mengejutkan, dua siklus utama Milankovitch berdurasi 100.000 tahun dan 2,4 juta tahun langsung menghilang. "Ketika Anda menghilangkan Mars, siklus-siklus itu lenyap. Dan jika Anda menambah massa Mars, siklusnya menjadi semakin pendek karena Mars memberikan dampak yang lebih besar," jelas Kane.

Penstabil Kemiringan Bumi

Salah satu temuan paling krusial adalah peran Mars sebagai penstabil kemiringan sumbu Bumi (oblikuitas). Kemiringan ini sangat penting karena menentukan jumlah sinar matahari yang diterima kutub, yang pada gilirannya memengaruhi terjadinya zaman es.

Selama ini, Bulan dianggap sebagai faktor tunggal yang menjaga kemiringan Bumi tetap stabil di angka 21,5 hingga 24,5 derajat. Tanpa penstabil, planet bisa bergoyang hebat seperti Mars yang kemiringannya bisa berubah hingga 90 derajat. Namun, simulasi Kane menunjukkan gravitasi Mars ikut membantu menstabilkan kemiringan Bumi.

"Seiring dengan bertambahnya massa Mars dalam simulasi kami, laju perubahan kemiringan Bumi menurun. Jadi, peningkatan massa Mars memiliki semacam efek menstabilkan pada kemiringan kita," ungkap Kane.

Implikasi pada Pencarian Kehidupan di Luar Angkasa

Temuan yang dipublikasikan di Publications of the Astronomical Society of the Pacific ini memberikan perspektif baru bagi para pemburu eksoplanet. Mencari planet seukuran Bumi di zona laik huni saja tidak cukup, keberadaan planet luar yang moderat seperti Mars mungkin menjadi syarat mutlak agar iklim planet tersebut tetap stabil dalam jangka panjang sehingga kehidupan kompleks dapat berkembang.

Sebagai catatan, Siklus Milankovitch yang dipengaruhi Mars ini bekerja dalam skala waktu geologi jutaan tahun dan tidak terkait dengan pemanasan global saat ini yang disebabkan oleh aktivitas manusia (antropogenik).

"Tanpa Mars, orbit Bumi akan kehilangan siklus iklim utamanya," pungkas Kane. "Akan seperti apa rupa manusia dan hewan lain jika Mars tidak ada di sana?" (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya