Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT keamanan Australia memperluas penyelidikan terhadap latar belakang ideologi dan jaringan pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan 15 orang saat perayaan Hanukkah. Fokus utama kini tertuju pada jejak perjalanan ayah dan anak, Sajid dan Naveed Akram, ke Filipina, yang diduga berkaitan dengan proses radikalisasi dan pelatihan militan lintas negara, demikian Australian Broadcasting Corporation (ABC) melansir, Selasa (16/12).
Sejumlah sumber keamanan mengungkapkan, kedua pelaku melakukan perjalanan ke Filipina pada awal November, beberapa pekan sebelum serangan terjadi. Setelah tiba di Manila, mereka disebut melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Filipina dan menjalani pelatihan bergaya militer. Meski demikian, otoritas belum mengonfirmasi secara rinci lokasi serta aktivitas keduanya selama berada di kawasan tersebut.
Pengungkapan itu muncul setelah ABC dalam laporan sebelumnya mengungkap adanya keterkaitan Naveed Akram, 24, dengan sejumlah tokoh dan jaringan pro–ISIS di Australia. Di antaranya adalah pemimpin spiritual jihadis Wisam Haddad serta Youssef Uweinat, perekrut pemuda ISIS yang telah divonis bersalah. Melalui kuasa hukumnya, Haddad membantah keras memiliki pengetahuan atau keterlibatan dalam serangan di Pantai Bondi.
Penyelidik kini menelusuri kemungkinan hubungan Akram bersaudara dengan jaringan jihadis internasional. Menurut pejabat yang diberi pengarahan, keduanya terbang ke Manila pada awal November sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Filipina. Di kawasan tersebut, “mereka diduga mengikuti pelatihan militan”, ujar seorang pejabat senior kontraterorisme yang enggan disebutkan namanya.
Sajid dan Naveed Akram kembali ke Australia pada akhir November, hanya beberapa pekan sebelum terjadinya penembakan pada Minggu lalu. Namun, sumber keamanan belum mengonfirmasi secara rinci lokasi serta pergerakan keduanya selama berada di Filipina selatan.
Filipina, khususnya wilayah Mindanao, pusat aktivitas berbagai kelompok militan dan separatis muslim (Moro) yang telah berjuang selama berabad-abad untuk otonomi atau kemerdekaan dari pemerintah pusat Filipina, dengan faksi-faksi seperti MILF, Abu Sayyaf, dan ISIS-affiliated groups, meskipun kini sudah ada kesepakatan damai dan pembentukan Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM),
Sebelumnya, badan intelijen domestik Australia, ASIO, pernah menyelidiki Naveed Akram pada 2019 terkait dugaan keterkaitannya dengan sel ISIS berbasis di Sydney. Seorang sumber keamanan menyebutkan, pada usia 18 tahun Naveed menunjukkan sejumlah indikasi niat dan hubungan yang menimbulkan kekhawatiran. Namun, penyelidikan lanjutan saat itu tidak dinilai diperlukan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan kepada program 7.30 bahwa ASIO tidak menemukan bukti radikalisasi terhadap Sajid maupun Naveed Akram selama penyelidikan enam bulan tersebut. Keduanya juga tidak masuk dalam daftar pantauan terorisme menjelang serangan. Sajid Akram, yang memiliki izin kepemilikan senjata api, juga tidak dilarang mengakses senjata secara legal.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tony Burke enggan menjawab secara langsung pertanyaan apakah perjalanan ke Filipina sempat menarik perhatian aparat keamanan. Ia hanya menyatakan bahwa sejak penyelidikan ASIO pada 2019, telah terjadi “perubahan signifikan” dalam profil risiko Naveed Akram.
ABC sebelumnya melaporkan bahwa dua bendera ISIS ditemukan di mobil keluarga Akram di lokasi kejadian. Para penyelidik meyakini kedua pelaku telah menyatakan sumpah setia kepada kelompok teroris tersebut. (B-3)
PENGURUS Pusat Khilafatul Muslimin Lampung menyampaikan lima poin imbauan resmi kepada seluruh warga jemaah dan masyarakat luas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Turki tembak jatuh 3 drone dalam 5 hari akibat luapan perang Ukraina. Ankara peringatkan Rusia-Ukraina untuk jaga keamanan udara dan maritim di Laut Hitam.
Pemerintah AS menangguhkan sementara semua proses imigrasi warga Afghanistan setelah insiden penembakan dekat Gedung Putih.
GEJALA kemunduran demokrasi di Indonesia dinilai semakin nyata dan mengkhawatirkan. Tanda menguatnya pola kekuasaan ala Orde Baru berpotensi menyeret ke otoritarianisme
Pejabat Departemen Pertahanan AS memperingatkan pemerintahan Trump terkait penghentian hibah penelitian ancaman biologis, berisiko terhadap keamanan nasional.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI tengah mengawal ketat kasus hukum seorang anak Indonesia karena diduga terlibat dalam aktivitas yang mendukung gerakan ISIS.
Amerika Serikat dan Nigeria melakukan operasi serangan udara gabungan terhadap ISIS di Sokoto.
Presiden Donald Trump mengonfirmasi serangan mematikan terhadap ISIS di Nigeria sebagai respons atas penganiayaan umat Kristen.
Kepolisian Turki menangkap 115 terduga anggota ISIS dalam penggerebekan serentak. Para tersangka diduga berencana menyerang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved