Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Mahasiswa Internasional Soroti Pergeseran Geopolitik Global

Rahmatul Fajri
14/1/2026 21:04
Mahasiswa Internasional Soroti Pergeseran Geopolitik Global
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PULUHAN pemuda dan mahasiswa internasional dari berbagai negara Global South berkumpul dalam ajang NextGen Diplomats Summit 2026 yang digelar di Istanbul, Turki, Sabtu (10/1). Pertemuan strategis ini menyoroti pergeseran pusat gravitasi global serta peran penting generasi muda dalam membentuk tatanan dunia masa depan.

Presiden Global Youth Diplomacy Community in Türkiye (GYDCT) sekaligus Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki, Naufal Ubaidillah, menyatakan bahwa pemuda dari negara-negara berkembang kini bukan lagi sekadar objek geopolitik, melainkan telah bertransformasi menjadi aktor aktif.

"Kita terkoneksi secara global, memahami realitas lokal sekaligus struktur internasional. Pemuda memiliki tanggung jawab untuk membentuk masa depan sendiri," ujar Naufal melalui keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Naufal menilai posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.

"Belajar di Turki memberikan kesadaran diplomatik yang khas, yakni memahami perspektif Barat tanpa harus melepaskan identitas serta realitas asal dari Global South," tambahnya.

Pertemuan ini menghadirkan dua sesi diskusi panel utama yang membahas instrumen diplomasi kontemporer. Pada panel pertama, Editor TimeCode dari GZT, Sule Kalkan, mengulas peran media dalam membentuk narasi global serta persepsi publik internasional di era digital.

Sementara pada sesi kedua, aktivis mahasiswa dari Koç University sekaligus Communications Associate di Middle East Institute (MEA Institute), Nadeen Aburamadan, memaparkan pentingnya diplomasi budaya dan identitas sebagai instrumen penguat hubungan antarnegara.

Menutup rangkaian acara, Naufal menegaskan bahwa diplomasi masa depan tidak hanya ditentukan di meja kementerian luar negeri, tetapi juga melalui jejaring internasional lintas negara yang dibangun oleh komunitas pemuda.

Ia berharap summit ini menjadi titik awal koordinasi yang lebih kuat di antara talenta muda Global South. Melalui GYDCT, pihaknya berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi lintas budaya di tingkat internasional.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya