Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dinilai menjadi kunci penting untuk menjaga keseimbangan narasi internasional terkait Gaza serta mencegah dominasi politik Israel dalam pengambilan keputusan global. Kehadiran Indonesia disebut tidak hanya strategis secara diplomatik, tetapi juga menentukan arah misi stabilisasi di lapangan.
Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai absennya Indonesia justru akan membuka ruang kemenangan politik bagi faksi sayap kanan Israel. Ia mengingatkan bahwa sikap skeptis berlebihan di dalam negeri dapat berujung pada hilangnya kekuatan penyeimbang di forum internasional.
“Jika kursi Indonesia di BoP kosong, maka kekuatan penyeimbang akan hilang dan membiarkan Israel serta sekutu dekatnya mendominasi setiap keputusan di lapangan. Logikanya memang brutal, namun nyata,” kata Khairul dalam pernyataan tertulis, Selasa (17/2).
Khairul menjelaskan, penolakan terhadap kehadiran TNI dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) datang dari dua arah yang berseberangan, tetapi berujung pada dampak yang sama.
Faksi sayap kanan Israel, menurutnya, menolak karena ingin menguasai Gaza tanpa saksi internasional, sementara sebagian kelompok di Indonesia menolak karena takut terjebak dalam skenario politik global.
“Jika kita menuruti kekhawatiran itu, hasilnya tetap sama: TNI batal berangkat dan Israel menang mudah karena tidak ada kekuatan penyeimbang, baik di BoP maupun di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Ia menilai bahwa mundurnya Indonesia justru akan menguntungkan kelompok sayap kanan dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
“Kita seolah mempermudah pekerjaan mereka untuk mengisolasi Gaza dari dunia luar tanpa harus mengotori tangan mereka sendiri,” kata Khairul.
Mengacu pada pengalaman Indonesia dalam misi UNIFIL di Lebanon, Khairul mengakui tantangan di lapangan tidak ringan, termasuk hambatan dari Israel. Namun, ia menilai skema ISF kali ini memiliki dinamika berbeda karena tekanan internasional dilakukan secara kolektif melalui BoP.
“Consent Israel sedang dipaksa hadir melalui tekanan internasional di Board of Peace. Absennya kita di meja perundingan justru mempermudah Israel menggunakan veto politiknya untuk menolak pasukan dari negara Muslim,” tegasnya.
Di samping itu, Rencana pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza, lanjut Khairul, telah memicu kekhawatiran serius di kalangan kelompok garis keras Israel karena berpotensi menghambat kontrol Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan skenario pemindahan paksa warga Palestina.
“Tujuan akhir faksi kanan ini jelas, yakni membangun kembali permukiman Yahudi di atas puing-puing Gaza. Kehadiran 8.000 tentara Indonesia adalah antitesis mutlak dari skenario tersebut,” ujarnya.
Khairul mengatakan bahwa laporan intelijen yang diungkap The Guardian menyebutkan akan pasukan Indonesia direncanakan ditempatkan di wilayah selatan Gaza, antara Rafah dan Khan Younis. Ia menilai kawasan ini sebagai choke point strategis.
“Kehadiran fisik ribuan personel TNI di koridor ini akan memutus rantai kontrol Israel dan mencegah manuver pengusiran penduduk,” jelasnya.
Menurut Khairul, keberadaan TNI tidak hanya berfungsi sebagai penjaga perdamaian, tetapi juga menjadi penanda geopolitik yang menegaskan Gaza bukan wilayah tanpa kedaulatan (terra nullius).
“Inilah tembok geopolitik yang membuat sayap kanan Israel gerah,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa penolakan keras terhadap rencana kehadiran pasukan Indonesia sebagaimana disuarakan tokoh-tokoh sayap kanan Israel dan organisasi pro-Israel di media internasional justru membantah narasi bahwa Indonesia sedang masuk dalam jebakan politik Amerika Serikat.
“Fakta ini menunjukkan bahwa kehadiran Indonesia bukan jebakan, melainkan ancaman nyata bagi agenda politik faksi garis keras di Tel Aviv,” pungkasnya. (Dev/P-3)
Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
Personel TNI yang merupakan anggota UNIFIL itu tewas dalam serangan artileri tidak langsung yang mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, LIbanon Selatan.
KEPOLISIAN Israel mencegah Patriark Latin Jerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, untuk memasuki Gereja Makam Suci guna merayakan Misa Minggu Palma.
PAUS Leo XIV memperingatkan pada Minggu (29/3) bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa mereka yang berperang karena konflik di Timur Tengah terus berlanjut di berbagai front.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Menlu Turki Hakan Fidan sebut Israel hambatan terbesar damai di Timur Tengah. Israel dinilai manfaatkan politik AS untuk agenda strategis dan perpanjang instabilitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved