Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Israel Bunuh Ayah dan Anak Perempuan di Gaza, Genosida Berlanjut di Tengah Fokus Dunia ke Iran

Haufan Hasyim Salengke
08/3/2026 12:25
Israel Bunuh Ayah dan Anak Perempuan di Gaza, Genosida Berlanjut di Tengah Fokus Dunia ke Iran
Sebuah proyektil meninggalkan jejak di langit seperti yang terlihat dari Kota Gaza pada Sabtu (7/3) waktu setempat.(AFP)

DI tengah perhatian dunia yang tertuju pada eskalasi serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk. Pada Sabtu (7/3) dini hari, sebuah serangan pesawat nirawak (drone) Israel di pusat Kota Khan Younis menewaskan seorang ayah dan anak perempuannya.

Insiden tragis ini merupakan bagian dari rangkaian serangan tanpa henti yang dilancarkan militer Israel, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diteken pada 11 Oktober lalu. Berdasarkan laporan koresponden lapangan, serangan terpisah di wilayah yang sama juga menewaskan satu orang lainnya dan menyebabkan seorang gadis muda luka parah.

Sementara fokus global beralih ke Teheran, warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat terus menghadapi agresi harian. Militer Israel dilaporkan melakukan serangan udara, tembakan artileri, hingga bombardemen angkatan laut secara konsisten dan brutal.

Milisi yang berafiliasi dengan tentara Israel merangsek ke timur kota dengan tembakan hebat; seorang anggota polisi Palestina dilaporkan diculik. Jet tempur Israel juga menghantam beberapa lokasi strategis di wilayah timur. Sementara pintu perbatasan Rafah kembali ditutup total oleh Israel menyusul dimulainya serangan terhadap Iran, memutus akses evakuasi medis bagi ribuan pasien kritis.

Data Korban, Krisis Pangan

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak gencatan senjata Oktober lalu dilanggar, sebanyak 640 warga Palestina tewas dan 1.700 lainnya luka-luka. Jika diakumulasi sejak awal konflik pada Oktober 2023, total korban jiwa telah menembus angka 72.123 jiwa dengan 171.805 korban luka.

Human Rights Watch (HRW) dalam laporan terbarunya memperingatkan bahwa pembatasan ketat yang dilakukan Israel telah memicu kelangkaan akut obat-obatan, bahan bangunan, serta kebutuhan pokok bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza yang kini hidup dalam pengungsian. (Al-Jazeera/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya