Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Eskalasi militer di perbatasan utara Israel dan Libanon kembali memakan korban jiwa dari pihak militer. Sedikitnya delapan tentara Israel terluka, lima di antaranya dalam kondisi kritis, setelah serangan roket Hizbullah menghantam posisi militer mereka pada Jumat (6/3) waktu setempat.
Berdasarkan penyelidikan awal Pasukan Pertahanan Israel (IDF), roket tersebut menghantam pos militer di dekat perbatasan Libanon. Meski alarm peringatan sempat berbunyi, para prajurit dari Brigade Givati tersebut dilaporkan tidak sempat mencapai tempat perlindungan tepat waktu. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat.
Kantor Menteri Keuangan Israel, Betzalel Smotrich, mengonfirmasi bahwa salah satu korban luka ringan dalam serangan tersebut adalah putra kandung sang menteri.
Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke arah ibu kota Libanon, Beirut, sejak Kamis malam hingga Jumat. Laporan intelijen menyebutkan sejumlah perwira Garda Revolusi Iran mulai meninggalkan Beirut menyusul intensitas serangan Israel yang menyasar pusat kekuatan Hizbullah.
Di sisi lain, Hizbullah merilis peringatan evakuasi bagi penduduk di kota-kota Israel dekat perbatasan. Langkah ini dinilai sebagai balasan sarkastis terhadap perintah evakuasi yang dikeluarkan Israel untuk wilayah Dahiyeh di Beirut. Pemerintah Israel sendiri menegaskan tidak akan melakukan evakuasi warga sipil di utara, melainkan akan terus memperluas operasi darat dan udara guna memukul mundur milisi Hizbullah dari wilayah perbatasan. (Times of Israel/B-3)
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Jika dipadukan dengan serangan terhadap bangunan tempat tinggal, Israel menambah kesengsaraan dan penderitaan pada penduduk sipil yang sudah lelah.
Hizbullah mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap agresi kriminal Israel yang menargetkan puluhan kota dan permukiman di Libanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved