Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Roket Hantam Pos Militer Israel, Lima Tentara Luka Parah, Putra Menteri Smotrich Jadi Korban

Haufan Hasyim Salengke
07/3/2026 16:01
Roket Hantam Pos Militer Israel, Lima Tentara Luka Parah, Putra Menteri Smotrich Jadi Korban
Gambar yang diambil di sepanjang perbatasan Israel-Libanon menunjukkan roket ditembakkan dari Libanon selatan menuju Israel pada 3 Maret 2026.(Jalaa Marey/AFP)

Eskalasi militer di perbatasan utara Israel dan Libanon kembali memakan korban jiwa dari pihak militer. Sedikitnya delapan tentara Israel terluka, lima di antaranya dalam kondisi kritis, setelah serangan roket Hizbullah menghantam posisi militer mereka pada Jumat (6/3) waktu setempat.

Berdasarkan penyelidikan awal Pasukan Pertahanan Israel (IDF), roket tersebut menghantam pos militer di dekat perbatasan Libanon. Meski alarm peringatan sempat berbunyi, para prajurit dari Brigade Givati tersebut dilaporkan tidak sempat mencapai tempat perlindungan tepat waktu. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat.

Kantor Menteri Keuangan Israel, Betzalel Smotrich, mengonfirmasi bahwa salah satu korban luka ringan dalam serangan tersebut adalah putra kandung sang menteri.

Balasan di Beirut 

Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke arah ibu kota Libanon, Beirut, sejak Kamis malam hingga Jumat. Laporan intelijen menyebutkan sejumlah perwira Garda Revolusi Iran mulai meninggalkan Beirut menyusul intensitas serangan Israel yang menyasar pusat kekuatan Hizbullah.

Di sisi lain, Hizbullah merilis peringatan evakuasi bagi penduduk di kota-kota Israel dekat perbatasan. Langkah ini dinilai sebagai balasan sarkastis terhadap perintah evakuasi yang dikeluarkan Israel untuk wilayah Dahiyeh di Beirut. Pemerintah Israel sendiri menegaskan tidak akan melakukan evakuasi warga sipil di utara, melainkan akan terus memperluas operasi darat dan udara guna memukul mundur milisi Hizbullah dari wilayah perbatasan. (Times of Israel/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya