Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN meluncurkan serangan balasan besar-besaran bertajuk Operation True Promise 4 dalam membalas agresi gabungan Amerika Serikat-Israel. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia, Sabtu (7/3), melaporkan bahwa lebih dari 200 tentara Amerika Serikat (AS) tewas dan terluka dalam serangan yang menyasar berbagai basis militer.
Serangan ini diklaim sebagai pembalasan atas kampanye militer mematikan yang dilancarkan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta sejumlah komandan senior dan warga sipil.
Pihak Teheran merinci bahwa serangan rudal dan drone tersebut memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur militer agresor di kawasan Teluk. Di lingkup Armada ke-5 AS, sebanyak 21 personel dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Sementara itu, dampak paling fatal terjadi di Pangkalan Udara Al Dhafra, di mana sekitar 200 personel AS diklaim menjadi korban, baik tewas maupun luka-luka. Selain menyasar pangkalan udara, serangan ini juga menyasar jalur logistik dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak milik AS di bagian utara Teluk Persia.
Markas Pusat Khatam al-Anbia, yang bertanggung jawab atas koordinasi operasi lintas unit militer Iran, menyatakan bahwa operasi ini adalah respons keras terhadap invasi AS-Zionis. Pihak Iran menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan setelah wilayah sipil dan militer mereka dihujani bom oleh koalisi pimpinan Washington secara ekstensif.
Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah pasti korban jiwa di pihak mereka, sementara ketegangan di kawasan terus meningkat dengan adanya ancaman serangan lanjutan dari kedua belah pihak yang kian terbuka. (Tasnim/B-3)
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik internasional seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengganti nama Teluk Persia menjadi Teluk Arab dalam kunjungan ke Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved